65 Tahun Hilang Di Segitiga Bermuda

Author - December 4, 2010

65 Tahun Hilang Di Segitiga Bermudai-berita, Masih ingatkah anda dengan cerita Segitiga Bermuda? Segitiga Bermuda itu dipercaya sebagai tempat tinggal Dajjal seorang manusia setengah jin yang kabarnya siapa saja yang melewati daerah segitiga Bermuda itu akan hilang tanpa jejak untuk selamanya. Cerita ini adalah salah satu contoh yang hilang akibat ditelan Segitiga Bermuda tersebut.

Kejadian misterius ini terjadi sudah sangat lama, tepatnya pada tanggal 5 Desember 1945. Skuadron yang terdiri atas lima pembom torpedo Angkatan Laut dinyatakan hilang tanpa jejak di sebuah wilayah yang terkenal akan mistik yang sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab banyaknya kapal yang menghilang. Hilangnya 14 kru penerbangan ini merupakan salah satu misteri terbesar dalam dunia penerbangan meski telah berlalu selama 65 tahun silam.

Kejadian ini dipastikan tidak akan pernah dilupakan, ini terlihat dari peringatan kejadian ini yang akan dilaksanakan pada 5 Desember 2010. Para simpatisan akan berkumpul di Bandara Internasional Fort Lauderdale, Hollywood dan mengenang jasa mereka untuk Negara. Jangankan orangnya yang ditemukan, kapalnya pun tak pernah ditemukan sisa-sisa kehancurannya. Dengan adanya kisah kejadian ini menguatkan mitos tentang Segitiga Bermuda dimana tergaris dalam guratan segitiga yang melintasi Kepulauan Bermuda, Puerto Rico, dan Fort Lauderdale. Tak hanya kejadian ini saja, namun masih banyak diberitakan kapal dan pesawat lenyap disana.

Inilah sejarah tentang hilangnya kapal tersebut:

Pada jam 14.10 waktu setempat, di bawah komando Letnan Charles Taylor, lima pengebom torpedo TBM Avenger bermesin tunggal keluar dari pangkalan udara Fort Lauderdale. Mereka hanya melakukan misi rutin, termasuk berlatih menjatuhkan bom dan latihan navigasi. Meski Perang Dunia II sudah berhenti tiga bulan sebelumnya, militer berketetapan untuk terus waspada dan berlatih.

Sekitar 90 menit setelah lepas landas, Letnan Taylor lewat radio melaporkan, tim tersesat dan kompas tidak berfungsi. “Kami tak tahu, ini di mana,” kata dia. Selama dua jam kemudian, Letnan Taylor mengarahkan pesawat – yang ia kira menuju Miami – namun nyatanya justru mengarah ke Samudera Atlantik. Basis angkatan laut di Miami sempat mendapatkan sinyal samar-samar dari skuadron tersebut di sekitar 150 mil dari lepas pantai New Smyrna Beach. Panggilan terakhir yang dilakukan skuadron terjadi pada pukul 19.27. Tim penyelamat pun diberangkatkan. Pesawat amfibi berbadan besar dengan mesin ganda dikirim dari pangkalan Banana River di Central Florida. Namun, pesawat itu justru jatuh ke laut ganas. 13 orang penumpangnya tewas seketika.

Comments Closed

Comments are closed.