AL Australia Buat Perompak Somalia Bertekuk Lutut

Author - April 15, 2011

AL Australia Buat Perompak Somalia Bertekuk Lutut i-berita, Perairan laut di Somalia memang terkenal sebagai wilayah yang rawan pembajakan. Para perompak sering beraksi memburu kapal-kapal yang melintas di wilayah tersebut. Namun, kini aksi para perompak tersebut dapat ditangani setelah melakukan penyerangan dari berbagai pihak dan juga negara. Sebelumnya, tiga warga Yaman telah disandera selama 20 hari oleh perompak. Namun, Angkatan Laut (AL) Australia berhasil menyelamatkannya dan membuat para perompak itu bertekuk lutut tanpa harus beradu senjata terlebih dahulu. Bagaimana kisah dramatis penyelamatan tiga warga Yaman tersebut?

Drama penyelamatan sandera di kapal layar kecil, Al Shahar, milik tiga nelayan Yaman, berlangsung sangat singkat. Pada kapal tersebut, sebanyak 15 perompak Somalia bersenjatakan AK-47 dan pelontar granat dibuat bertekuk lutut oleh tentara Australia dari kapal HMAS Stuart.

Peristiwa ini terjadi pada Senin, 11 April 2011, namun baru terungkap ke media pada hari ini. Menggunakan boat kecil, para tentara AL Australia mendekati kapal Al Shahar untuk melumpuhkan para perompak. Dengan gerak cepat, pasukan AL Australia berhasil naik ke kapal, dan menguasainya tanpa perlu menembakkan peluru. Terkejut, 15 orang perompak Somalia langsung menyerah tanpa perlawanan.

“Tidak ada satu pun tembakan yang dilepaskan, baik oleh tentara HMAS Stuart maupun oleh para perompak. Juga tak ada ancaman dari para perompak yang akan melukai sandera, ketika mereka melihat pasukan kami cepat menguasai kapal,” ujar kepala AL operasi gabungan, Mark Evans. “Pasukan penyerbu dari Stuart melakukan semuanya dengan baik, dengan mempertimbangkan keselamatan sandera, dan memastikan situasi tak berkembang menjadi membahayakan,” ujarnya lagi.

Para perompak ini dilepaskan karena penangkapan dilakukan di perairan Somalia dengan sistem hukum berbeda. Ditambah lagi, para sandera adalah warga Yaman yang juga memiliki sistem hukum berbeda dengan Australia. Sebelum dilepaskan, para perompak diberikan minuman, makanan, bahan bakar, dan radio komunikasi agar dapat kembali ke wilayah mereka.

Australia dengan kapal perang Stuart tergabung dalam gugus tugas internasional 150 yang berpatroli di perairan Teluk Aden. Selain Australia, beberapa negara juga tergabung dalam gugus tugas ini, diantaranya adalah Amerika Serikat, Inggris, Korea, Kanada, Denmark, Prancis, Jerman, Pakistan, Thailand, Italia, Belanda, Selandia Baru, Portugal, Singapura, Spanyol dan Turki.

Comments Closed

Comments are closed.