Al Quran Mini Tertua Berusia Ratusan Tahun

Author - February 15, 2011

Al Quran Mini Tertua Berusia Ratusan Tahuni-berita, Memiliki kitab suci agama Islam, Al Quran yang sangat mini ini pastinya menjadi suatu yang langka bagi seluruh umat muslim pada umumnya. Bagaimana tidak, karena Al Quran ini hanya mempunyai ukuran dengan panjang 2,5 cm, lebar 1,8 cm dan tebal 1 cm. Yang dianggap langkanya adalah, siapa yang membuat tulisan sekecil itu dan siapa pula yang mampu membaca Al Quran mini itu karena pastinya hurufnya pun tidak akan terlihat meski dengan mata normal sekalipun.

Namun, itulah yang terjadi pada H Moch Sodiq (47), seorang warga asal Desa Rembang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, yang tak lain juga adalah mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pasuruan. Bahkan, Sodiq mengaku jika umur Al Quran mini itu sudah mencapai ratusan tahun lamanya dengan kondisi yang masih tetap terjaga. “Dapat Al-Quran dari ayah saya H Fauzi. Al-Quran ini sendiri, diturunkan secara turun temurun sudah empat generasi. Saya menerima Al-Quran ini, ketika waktu masih SMP. Kalau diperkirakan, usia Al-Quran hingga 150 tahun lebih,” jelas H Moch Sodiq, pemilik Al-Quran mini, Senin (14/2/2011).

Diungkapkan Sodiq, bukan hanya sekadar mini ukurannya, tetapi Al-Quran itu juga memiliki sejumlah keistimewaan, yang tak dimilik oleh Al-Quran lain pada umumnya. Yakni, kondisinya yang tetap utuh dan tak rusak lantaran dimakan oleh rayap. Padahal, Al-Quran mini itu sendiri tak mendapatkan perawatan secara khusus.

“Yang menakjubkan dari Al-Quran ini, adalah dalam usianya ini ia tidak dimakan rayap. Padahal, sampul luarnya saja yang baru saya buat sudah rusak dimakan rayap. Ya ini mungkin salah satu mukjizatnya. Al-Quran ini nantinya, akan saya wariskan kepada anak saya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, berkah dari membaca Al-Quran mini, Sodiq pun akhirnya selamat dari berbagai macam musibah yang dialaminya. Di antaranya, seperti peristiwa kecelakaan ketika dia ditabrak mobil waktu masih belajar di SMA. Untungnya, nyawanya tak melayang dalam kecelakaan itu.

Bukan hanya selamat dari kecelakaan, Sodiq pun juga akhirnya berhasil selamat dan lolos dari maut akibat ancaman bom ikan yang meledak di rumahnya ketika dirinya diteror oleh orang tak dikenal semasa menjabat sebagai ketua KPU Kabupaten Pasuruan beberapa tahun yang lalu.

“Selanjutnya, saya selamat ketika rumah saya dibondet. Waktu itu, saya baru menjabat sebagai Ketua KPU Kabupaten Pasuruan pada Januari 2004 lalu. Bondetnya (bom ikan), waktu itu ada dua mas. Yang satu meledak dan satunya tidak,” tutupnya.

Comments Closed

Comments are closed.