Alasan Julian Assange Bocorkan Rahasia

Author - December 9, 2010

Alasan Julian Assange Bocorkan Rahasiai-berita, Dalam sebuah editorial harian yang bernama Tha Australian yang diterbitkan secara online pada hari kemarin (8/12/2010), Pendiri wikileaks, Julian Assange melakukan pembelaan terkait dokumen-dokumen rahasia AS. Dalam editorial tersebut, Julian menulis bahwa Wikileaks telah menjalankan sebuah misi yang sangat oenting yaitu untuk mempublikasikan fakta-fakta yang perlu diketahui public tanpa rasa takut. Masyarakat membutuhkan media yang berani, kuat dan Wikileaks adalah salah satunya bagian dari media yang berani dan kuat untuk membocorkan rahasia diplomatik AS.

Menurut Assange, Media sangat membantu dalam menjaga pemerintah untuk tetap jujur. Contohnya saja kebenaran yang terungkap tentang perang irak dan Afghanistan serta membongkar cerita tentang korupsi korporasi. Seharusnya Wikileaks mendapatkan perlindungan bukan seranagn serta ancaman keras dari pemerintah Australia. Assange menyebutkan Wikileaks adalah anjing bawah tanah yang mencoba mencari kebenaran yang sebenarnya terjadi dengan fakta yang ada.

Assange mengatakan, pembocoran dokumen tentang perang Afganistan dan Irak tidak termasuk menentang semua jenis perang. “Orang-orang bilang saya anti-perang. Harap dicatat, saya tidak (anti-perang),” katanya. “Kadang-kadang, bangsa-bangsa perlu pergi berperang dan ada perang-perang yang adil. Namun, tidak ada yang lebih buruk daripada pemerintah yang berbohong kepada rakyatnya tentang perang-perang itu, lalu meminta warga yang sama untuk mempertaruhkan nyawa mereka dan pajak mereka pada rangkaian kebohongan itu. Jika sebuah perang dibenarkan, maka katakan yang sebenarnya dan biarakan orang-orang memutuskan apakah akan mendukungnya.”

Assange mengatakan, dokumen yang dibocorkan WikiLeaks telah diterbitkan oleh setidaknya empat media publikasi utama dunia: The New York Times (AS), El Pais (Spanyol), The Guardian (Inggris), dan Der Spiegel (Jerman). Namun ia bertanya-tanya, mengapa hanya organisasinya, WikiLeaks, yang menghadapi serangan paling ganas dan tuduhan dari Pemerintah AS dan para sekutunya.

Comments Closed

Comments are closed.