AS Dukung Indonesia Berantas Korupsi Birokrasi

Author - January 20, 2011

AS Dukung Indonesia Berantas Korupsi Birokrasii-berita, Saat ini, Indonesia menjadi salah satu negara koruptor terbesar di dunia. Untuk memperbaiki masalah tersebut, banyak dukungan yang datang untuk memberantas korupsi. Salah satunya adalah Amerika Serikat (AS) yang mendukung penuh upaya-upaya pemerintah Indonesia untuk memerangi korupsi di lingkungan birokrasi atau pemerintahan. Selain itu, Pemerintah AS juga memberi larangan kepada seluruh perusahan Amerika Serikat yang beroperasi di luar negeri untuk terlibat korupsi dalam bentuk apa pun. Demikian pernyataan Kedutaan Besar (Kedubes) AS. “Amerika Serikat mendukung upaya-upaya Indonesia untuk memberantas korupsi di birokrasi. Korupsi demikian merendahkan kepercayaan publik atas institusi-institusi pemerintah dan menghambat demokrasi yang sejati,” kata juru bicara Kedubes AS, Paul Belmont, dalam pernyataan kepada VIVAnews.com di Jakarta, Kamis 20 Januari 2011.

Pernyataan tersebut dikemukakan di tengah maraknya kasus mafia pajak di Indonesia, yang sejauh ini menyeret staf Direktorat Jenderal Pajak, Gayus Tambunan ke pengadilan. Bahkan, terdapat bukti mengejutkan yang dikemukakan oleh Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Yunus Husein. Bukti tersebut berupa transaksi mencurigakan yang diduga telah dilakukan oleh ratusan pejabat di Kantor Ditjen Pajak, baik di daerah maupun di kantor pusat. Amerika Serikat mendukung Indonesia setelah daftar 151 perusahaan yang ditangani oleh Gayus, diantaranya adalah perusahaan raksasa asal Amerika Serikat.

Seperti yang dikutip dari laman vivanews.com, mengenai dugaan keterlibatan perusahaan-perusahaan Amerika dalam kasus penggelapan pajak, Belmont mengatakan bahwa masalah itu diserahkan kepada pihak-pihak berwenang Indonesia untuk menyelidiki lebih lanjut. Yang jelas, menurut Belmont, “Pemerintah AS melarang perusahaan-perusahaan Amerika yang beroperasi di luar negeri terlibat dalam praktik korupsi dalam bentuk apa pun.”

Sementara itu, Kedubes AS menolak menanggapi klaim dari Gayus usai divonis tujuh tahun penjara di pengadilan bahwa warga Amerika bernama John Jerome Grice, yang membantu Gayus membuat paspor asing, adalah agen dinas rahasia CIA. “Kedubes tidak dapat berkomentar atas urusan pribadi seorang warga Amerika atau memberikan data pribadi tanpa persetujuan yang bersangkutan. Sebaiknya Anda bertanya kepada Kepolisian Indonesia untuk rincian mengenai masalah itu,” kata Belmont.

Comments Closed

Comments are closed.