Awan Mbah Petruk Diatas Gunung Merapi
Awan Mbah Petruk Diatas Gunung Merapi – i-berita, Letusan besar gunung merapi yang terjadi kembali pada senin kemarin, menguak banyaknya fenomena yang terjadi. Salah satunya adalah asap solfatara atau awan yang terlihat membentuk sebuah gambar tokoh pewayangan Petruk. Kejadian itu terjadi pada waktu pagi buta sekitar jam 05.00 sesaat sebelum letusan besar terjadi pada pukul 10.0 pagi. Fenomena ini sempat menggegerkan warga yang melihat siluet bergambar petruk ini. Asap solfatara itu menggambarkan Petruk tokoh punakawan dalam kitab Mahabarata dengan ciri khas hidung yang panjang dan kulitnya yang hitam terlihat bertengger di puncak gunung. Dengan adanya kejadian itu banyak warga yang menilai bahwa itu adalah penguasa gaib puncak gunung Merapi dan ada juga yang mengkait-kaitkan dengan bencana gunung Merapi. Pertanda apa sebenarnya?? Apakah pertanda bahwa erupsi gunung merapi hanyalah gurauan belaka atau sebuah ancaman serius. Namun percaya atau tidak setelah kemunculan Mbah Petruk, letusan besar pun terjadi. Seorang tokoh masyarakat warga Dusun Sudimoto yang bernama Sugiharto (40) mengatakan bahwa terbukti kemunculan Mbah Petruk yang sedang tertawa itu menandai akan terjadinya letusan besar. Sugiharto menambahkan menurut kepercayaan warga di lereng merapi, Mbah Petruk adalah sosok jelmaan dari Sabdo “Palon Noyo Genggong”. Dia adalah salah satu penasehat Prabu Brawijaya V. Sesuai dengan serat “Darmogadul” dan ramalan Joyoboyo.
Sugiharto melanjutkan kisah asal usul Prabu Brawijaya pada masa kerajaan Demak. Dia mengasingkan diri ke Gunung Lawu sedangkan penasehatnya tersebut mengasingkan diri ke Gunung Merapi. “Sabdo Palon Noyo Genggong atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah Petruk bersumpah suatu saat akan menagih janji pada penguasa tanah jawa,” tambahnya.
Kemunculan Mbah Petruk bukanlah hanya pertanda munculnya awan panas saja namun menandakan letusan dengan kekuatan besar akan muncul lagi. Ini dikaitkan berdasarkan keyakinan otak-atik ilmu jawa, maka masyarakat harus tetap waspada.


