Bakar Al-Quran

Author - September 7, 2010

Bakar Al-Quran. Sekjen Dewan Gereja Amerika Serikat, Pendeta Dr Michael Kinnamon, kembali menegaskan sikap penentangan atas rencana aksi kontroversial dan dianggap ngawur, yaitu rencana pembakaran Alquran, kitab suci agama Islam dalam peringatan tragedi 11 September.
Bakar Al-Quran
Kinnamon mengklaim, pernyataan yang disampaikan Selasa (7/9) itu, mewakili jutaan warga AS yang menolak ekspresi anti-muslim yang ditunjukkan sebuah sekte kecil di Florida, Amerika Serikat yang merencanakan aksi pembakaran salinan Alquran pada Sabtu (11/9) waktu setempat guna memperingati 9 tahun serangan teroris 11 September 2001 di AS.

Sekte itu juga meluncurkan beberapa kampanye perlawanan terhadap homoseksualitas dan aborsi serta dikenal banyak membuat provokasi. Misalnya, tahun lalu gereja itu menyebarkan kaos yang bertuliskan “Islam adalah setan.”

Rencana itu tidak saja umat Muslim di dunia yang murka, namun para pemimpin umat Kristen, baik liberal maupun konservatif, juga mengecam rencana tersebut.

Kinnamon mengatakan tindakan membakar Quran, adalah reaksi orang yang ketakutan sekaligus salah paham terhadap sifat sejati ajaran Islam yang damai.

Sementara, Panglima militer AS di Afganistan, Jenderal David Petraeus mengingatkan, nyawa para tentara AS akan dalam bahaya jika gereja di Florida itu jadi melakukan aksi pembakaran Alquran.

Dikatakan Petraeus, rencana pembakaran kitab suci umat Islam itu akan menjadi propaganda bagi Taliban di Afganistan dan menimbulkan sentimen anti-AS di seluruh negara muslim.

“Itu bisa membahayakan pasukan dan itu bisa membahayakan upaya keseluruhan,” kata Jenderal Petraeus dalam wawancara dengan Wall Street Journal, Selasa (7/9).

“Itu justru jenis tindakan yang akan dimanfaatkan Taliban dan bisa menyebabkan masalah besar. Bukan cuma di sini, namun di mana saja kita terlibat dengan komunitas Islam,” tandas Petraeus.

“Kesalahpahaman dan bingung, juga ketidakmampuan untuk mencintai tetangga kita seperti yang dicontohkan Kristus, itu yang ditunjukkan sekte tersebut ketika melecehkan umat Muslim dan merencanakan international burn the Quran day,” kata Kinnamon, seperti dimuat situs CSmonitor.

“Tindakan penuh kebencian tersebut bukan kesaksian atas iman Kristiani,” tambah Kinnamon.

Sikap senada juga ditunjukkan organisasi National Association of Evangelicals yang berbasis di AS.

“Rencana itu… untuk membakar Alquran pada 11 September menunjukkan sikap tidak hormat kepada tetangga Muslim dan justru akan meningkatkan ketegangan antara umat Kristen dan Islam di seluruh dunia,” kata organisasi itu dalam pernyataannya.

Comments Closed

0 responses to “Bakar Al-Quran”

  1. fendi says:

    COBA AJA KALAU BERANI…!!!

  2. Meemeey says:

    Pastur gila,,
    Lo sampek brani bakar al~quran pasti dbunuh u m umat islam sedunia…
    Jdi orang kok suka cari sensasi…

  3. ogdru jahad says:

    World Wars III. …

  4. fauzi says:

    jangan pancing kemarahan umat islam,umat Islam berani mati dalm membela agamanya di jalan Allah apalagi kalam nya(Al-Quran) yang sangat mulia,kepada barat agar jangan memprofokasi keadaan di dunia, Umat Islam ada di mana-mana.

  5. fauzi says:

    kalu memang itu permintaan jones t untuk tidak melanjutkan lgi…membakar Al-Quran tapi dengan syarat tidak boleh mendirikan islamic Center (Mesjid ) ini saya kira tidak benar permintaan jones trsb hanya seorang pendeta kampungan yang tidak bermoral, mengeluarkan stetmen tersbt..krn Obama dan wali kota setempat serta rakyat Amerika mendukung penuh pembangunan islamic center tsbt.sebaiknya pihak pemerintah (perlemen amerika ) agar pendeta tsbt segra di proses sesuai dengan hukum yang berlaku di tinggkt international

  6. akhmad says:

    Membakar Al Qur’an sama halnya membakar diri sendiri,tau…tidak umat Islam sangat peka apalagi kitabnya yang dibakar.Umat Islam ada dimana-mana you pancing maka Islam akan bersatu untuk jihat.Sadarlah…agama apapun di dunia ini tidak terima kalau kitabnya yg dihina.