Buaya di Jalan RE Martadinata

Author - September 20, 2010

Buaya di Jalan RE Martadinata. Masyarakat di sekitar tempat terjadinya ambrol sebagian badan Jalan RE Martadinata tidak peduli dengan larangan untuk tidak mendekati lokasi reruntuhan. Pengunjung yang datang justru tertarik dengan cerita masyarakat setempat tentang cerita buaya jadi-jadian di tempat tersebut. Sejak Sabtu pagi, warga dari berbagai tempat silih berganti mendatangi lokasi ambrolnya jalan yang bersebelahan dengan Jembatan Volker di Kelurahan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Buaya di Jalan RE Martadinata
Bagi masyarakat setempat jembatan ini diyakini menjadi tempat “hunian” makhluk halus yang dikenal sebagai Si Manis Jembatan Ancol. Isu yang beredar di kalangan warga adalah ada sebuah mobil sedan yang ikut tercebur ketika jalan tersebut ambles pada Kamis (16/9/2010) dini hari. Namun, sampai saat ini tidak ditemukan bangkai mobil ataupun jasad pengemudinya.

Sejak berita soal jalan ambrol itu tersebar, selalu saja ada penduduk yang ingin tahu kondisi jalan rusak tersebut. Mereka tak menghiraukan garis polisi dan pagar seng yang dipasang menutupi semua ruas jalan di kedua ujung jalan rusak. Anak-anak kecil bahkan asyik memancing di muara sungai di dekat Jembatan Volker. Warga seolah tak peduli dengan ancaman terjadinya ambrol susulan yang sewaktu-waktu mengancam keselamatan mereka.

Isu semakin panas dengan cerita warga setempat mengenai adanya buaya jadi-jadian yang sering lewat di Jembatan Volker. “Ayo, ayo, siapa yang mau lihat buaya, silakan parkir di sini,” teriak beberapa warga yang mendadak menjadi tukang parkir di sekitar lokasi kejadian. “Yang mau lihat jembatan hilang, parkir di sini,” ajak tukang parkir lainnya.

Bagian lain jembatan tersebut terancam ambrol. Sheet pile yang akan digunakan untuk memperkuat sisi jalan yang utuh itu pun belum dipasang. Petugas dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan Departemen Pekerjaan Umum saat ini masih melakukan pengeboran di beberapa titik untuk mengambil sampel tanah guna melihat kondisi tanah di bawah jalan.

Comments Closed

Comments are closed.