Curiga Mark Up Biaya, Gerindra Minta KPK Usut Gedung Baru DPR

Author - May 25, 2011

Curiga Mark Up Biaya, Gerindra Minta KPK Usut Gedung Baru DPR – Partai Gerindra kembali meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk turun tangan mengusut polemik yang terjadi atas proses pembangunan Gedung Baru DPR. Proses ini dilakukan karena adanya kecurigaan adanya mark up dalam pembangunan itu.

“Pak Marzuki yang bilang sendiri ada dugaan mark up proyek. Ini yang harus diusut KPK, siapa yang melakukan mark up itu, apakah benar atau tidak,” ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon,dikutip detik, Rabu 25/5/2011

Fadli juga meminta KPK mengusut dana yang telah dikeluarkan dalam proses pembangunan gedung baru tersebut. Menurutnya, walau dibatalkan sementara, tetap saja dana yang dikeluarkan adalah dana milik rakyat dan wajib dipertanggungjawabkan.

“Seperti ucapan Ketua DPR waktu bulan Januari itu. Katanya sudah keluar uang Rp 18 M, Sementara Sekjen DPR bilang sudah keluar Rp 14 M. Itu untuk apa? Apa ada kerugian negara?” jelasnya.

Fadli mengapresiasi langkah DPR untuk menghentikan sementara Gedung Baru DPR. Hal ini dinilainya sebagai langkah maju DPR dalam mendengarkan aspirasi rakyat.

Comments Closed

Comments are closed.