Di Singapura dan Thailand, Nunun Juga Menjadi Buron

Author - May 29, 2011

Di Singapura dan Thailand, Nunun Juga Menjadi Buroni-berita, Dinas Imigrasi Indonesia terpaksa harus mengirimkan surat ke Kedutaan Besar Indonesia di Singapura dan Thailand untuk pencabutan paspor tersangka kasus dugaan korupsi cek perjalanan (traveller cheque) yang dilakukan oleh mantan anggota DPR RI, Nunun Nurbaeti. Hal itu dilakukan karena hingga saat ini, Nunun belum juga menyerahkan diri dan kembali ke Indonesia. Jika paspor Nunun sebagai warga Indonesia dicabut, maka status Nunun di kedua negara tersebut akan menjadi buron.

“Kalau Nunun tidak memiliki dokumen paspor yang berlaku lagi, maka dia harus pulang. Tentu pemerintah Singapura dan Thailand sudah mengerti itu semua. Mau tidak mau, dia harus pulang. Dia enggak bisa sembunyi lagi. Dia bisa ditangkap pihak Imigrasi Singapura atau Thailand jika tinggal di negara orang tanpa dokumen resmi,” kata Direktur penyidikan dan penindakan imigrasi Husin Alaydrus saat dihubungi, Minggu (29/5/2011).

Pihak Imigrasi berharap istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun itu bisa mendengar pernyataan ini, sehingga dengan senang hati kembali ke tanah air. Jika Nunun paspornya dicabut, maka pihak Imigrasi Indonesia akan menyediakan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).

Sebagaimana diketahui, Nunun Nurbaeti ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia sejak Februari 2011. Nunun tidak pernah hadir saat diminta menjadi saksi empat tersangka mantan anggota DPR periode 1999-2004 di Pengadilan Tipikor sejak 2010. Pihak Nunun termasuk suaminya, selalu berdalih, Nunun tengah dirawat di luar negeri karena sakit lupa akut dan tak bisa dipaksakan datang ke pengadilan.

Comments Closed

Comments are closed.