Dianggap Menyimpang, Ahmadiyah Terus Diburu

Author - February 8, 2011

Dianggap Menyimpang, Ahmadiyah Terus Diburui-berita, Karena masalah perbedaan keyakinan agama yang diterapkan, maka aksi bentrok pun tak bis dihindari. Salah satunya yang dianggap Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyimpang adalah kumpulan masyarakat islam yang menamakan dirinya dengan Ahmadiyah. Ahmadiyah merupakan suatu kelompok yang mempunyai keyakinan tersendiri pada agama islam yang dianutnya. Ahmadiyah tidak hanya berada di Indonesia saja, bahkan sudah menyebar hingga ke Pakistan. Padahal, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama disaat kedatangannya ke Indonesia memuji bahwa Indonesia merupakan contoh toleransi dunia.

Sebuah aksi kekerasan terjadi kembali dan menewaskan tiga orang serta lainnya berhasil melarikan diri dengan luka penuh sayatan oleh para massa yang jumlahnya mencapai 1.500 orang. Mereka menyerang sebuah rumah yang terletak di Desa Umbulan, Cikeusik, Pandeglang, yang diyakini sebagai tempat perlindungan jemaah Ahmadiyah. Sungguh tragis, serangan brutal dilakukan. Mereka merusak seluruh benda dan rumah di sekitarnya. Bahkan, mereka pun menelanjangi, merajam tiga orang yang dianggap anggota Ahmadiyah hingga tewas.

Serangan tersebut bukanlah pertama kali yang menimpa Ahmadiyah. Pada 29 Januari 2011 lalu pun, sejumlah warga Ahmadiyah di Makassar pun mengalami hal yang sama, mereka diserbu oleh ratusan massa yang menyerang. Pada akhir desember 2010, warga ahmadiyah yang berada di Lombok pun terpaksa harus tinggal di Asrama Transito karena kampung mereka dirusak. Masih di daerah yang sama juga, serangan sempat terjadi pada tahun 2001 yang menewaskan seorang warga bernama Papuk Hasan.

Selain itu, kekerasan terhadap jemaah Ahmadiyah pun tidak hanya terjadi di Indonesia, bahkan warga Pakistan pun mengancam warganya yang mengikuti aliran Ahmadiyah. Pakistan merupakan lahirnya Ahmadiyah dan menyebarkan ajarannya ke Indonesia. Pada 28 Mei 2010, lebih dari 98 orang tewas saat sekelompok pria bersenjata menyerang dua masjid Ahmadiyah di Kota Lahore. Pelaku menembakkan peluru ke atas dan melontarkan granat di tengah salat Jumat. The Associated Press melaporkan, serangan ini yang terbesar dan paling terencana terhadap Ahmadiyah.

Ada sekitar empat juta pemeluk Ahmadiyah di negara itu. Pakistan adalah satu-satunya negara yang secara resmi menyatakan pemeluk Ahmadiyah adalah non muslim. Keputusan itu diambil parlemen Pakistan pada 1974. Sepuluh tahun kemudian, pada 1984, secara resmi pemerintah melarang pemeluk Ahmadiyah menyebut dirinya muslim.

Konstitusi pun diamendemen. Di situ jelas tertera, definisi muslim adalah: “Orang yang percaya bahwa Nabi Muhammad adalah Rasul terakhir”.

Untuk diketahui, meski menyebut diri sebagai muslim, pengikut aliran ini menyatakan pendirinya, Ghulam Mirza Ahmad sebagai nabi terakhir –sesuatu yang dianggap menyimpang dari ajaran Islam.

Sementara itu, di Bangladesh, kelompok fundamental menuntut pemeluk Ahmadiyah yang jumlahnya mencapai 100.000 orang dikategorikan sebagai ‘kafir’. Ahmadiyah juga menjadi target kekerasan dan bahkan beberapa di antara pemeluknya tewas.

Seperti dimuat situs BBC, pada Januari 2004, Bangladesh melarang segala bentuk publikasi Ahmadiyah. Sebanyak 5.000 orang berbaris menuju masjid Ahmadiyah di hari pengumuman. Sempat ada isu masjid itu bakal diserbu, tapi aksi berjalan damai.

Dalam pernyataannya, Kementerian Dalam Negeri mengemukakan alasan pelarangan itu. “Ada beberapa materi yang mengundang keberatan, yang bisa menyakiti atau berpotensi menyakiti sentimen mayoritas umat Islam di Bangladesh,” demikian seperti dimuat situs BBC, 9 Januari 2004.

Comments Closed

Comments are closed.