Hentikan Pembangunan Gedung Baru Jika DPR Terus Rapat Di Hotel Mewah

Author - June 10, 2011

Hentikan Pembangunan Gedung Baru Jika DPR Terus Rapat Di Hotel Mewah – Koordinator Investigasi dan Advokasi FITRA, Uchok Sky Khadafi berpendapat pembangunan gedung baru DPR harusnya dihentikan total. Ia menilai pembangunan gedung baru tersebut tidak akan bermanfaat jika anggotanya malah memilih rapat di hotel-hotel mewah bahkan terkadang sampai menginap.

“Sudah sangat jelas kenapa pembangunan gedung baru itu harus dibatalkan total. Karena dengan ada atau tidaknya gedung itu, pastinya mereka akan hobi melakukan rapat-rapat di hotel mewah karena anggarannya memang diajukan oleh mereka,” kata dia dikutip dari detik, Jumat 10/6/2011.

Uchok menjelaskan, anggota DPR yang mengadakan rapat di hotel-hotel mewah hanya berniat mencari kesenangan dan kenyamanan semata. Menurutnya, bagaimana mungkin hasil rapat akan berjalan dengan optimal jika tidak didukung dengan dokumen-dokumen yang justru tersimpan di ruang kerja mereka di Gedung DPR.

Dia menambahkan, sebenarnya DPR memiliki wisma di daerah Cikopo, Cisarua, Bogor. Wisma ini memang dibuat agar anggota DPR bisa melakukan rapat-rapat.

“Nah kenapa nggak dipakai itu saja, kan lebih murah, efisien dan hemat biaya dibandingkan sewa hotel. Selain itu ruang di gedung-gedung DPR kan juga banyak, masak nggak ada yang bisa dijadikan tempat rapat,” kritik Uchok.

Sedikit informasi, Panja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar rapat di Hotel Aryaduta Kamis 9/10/2011. Diketahui sekitar 20-an anggota panja akan menginap di hotel tersebut selama 3 malam. Rapat sendiri digelar di Ballroom B yang berukuran sekitar 11 X 20 meter dengan daya tampung sekitar 40 orang peserta rapat. Selain Ballrom B, panitia juga menyewa Ballroom A untuk tempat makan. Mengenai kamar, menurut informasi, para peserta rapat akan menginap di kamar tipe Superior bertarif Rp 1,6 juta per malam. Panja OJK sendiri akan menginap di Hotel Aryadhuta hingga malam Minggu mendatang.

Comments Closed

Comments are closed.