Hukuman Gayus Ditambah Menjadi 12 Tahun Penjara

Author - August 1, 2011

Hukuman Gayus Ditambah Menjadi 12 Tahun Penjarai-berita, Terdakwa kasus mafia hukum, Gayus Halomoan Tambunan harus pasrah setelah pengadilan memutuskan hukuman kepada Gayus menjadi lebih berat yakni 12 tahun penjara setelah terjerat dengan perkara lainnya. Gayus tampaknya sudah lelah dengan serangkaian sidang yang mesti dihadapinya. Selain menjalani sidang kasus penyuapan dan pencucian uang di Pengadilan Tipikor, Gayus juga mesti disidang untuk perkara pemalsuan paspor di Pengadilan Negeri Tangerang. Untuk perkaranya yang disidang di Pengadilan Tipikor ini, Gayus bahkan dijerat empat dakwaan sekaligus dan terancam penjara maksimal dua puluh tahun.

Dalam persidangannya di Pengadilan Tipikor hari ini, Gayus mengaku kondisi tubuhnya sedang tidak prima akibat kelelahan. “Sebenarnya lagi diare. Tapi karena tadi nggak ada dokter (di Rumah Tahanan Cipinang) jadi nggak bisa minta surat izin. Yah, tapi paling sidang kan nggak lama,” kata dia yang hari ini tampak lesu.

Seperti diketahui, majelis hakim MA memutus hukuman Gayus diperberat menjadi dua belas tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan. Dalam tahap banding, majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI memvonisnya sepuluh tahun, atau tiga tahun penjara lebih tinggi dibanding hukuman yang dijatuhkan Majelis Hakim PN Jakarta Selatan di pengadilan tingkat pertama.

Hal yang memberatkan hukuman Gayus adalah karena pajak sebagai sumber pemasukan negara terbesar, sehingga seharusnya intensifikasi dan ekstensifikasi perpajakan harus selalu dilakukan. Karena itu gangguan terhadap pemasukan pajak akan mempengaruhi pembangunan yang ujungnya memiskinkan rakyat. “Apalagi rakyat sudah melarat,” kata Kresna Harahap, salah seorang anggota majelis hakim.

Hal lainnya yang memperberat hukuman Gayus adalah karena sebagai pegawai pajak, dia dinilai menjadi “benalu” yang menggerogoti uang rakyat yang sudah melarat. Padahal seharusnya ia menjadi pelayan masyarakat. Hakim menilai dia melakukan itu tanpa penyesalan sedikit pun. Tak hanya itu, saat sedang ditahan di Rumah Tahanan Markas Komando Brigade Mobil, Kelapa Dua, Depok, Gayus juga menyuap pegawai rutan agar bisa keluyuran ke luar negeri.

Comments Closed

Comments are closed.