Inilah Orang-Orang Terkaya Yang Bantu Jepang

Author - March 26, 2011

Inilah Orang-Orang Terkaya Yang Bantu Jepang – Semua mata sekarang tertuju kepada negara ‘Matahari’ Jepang.Sejak Gempa dan Tsunami beberapa waktu lalu,Jepang benar-benar porak poranda,belum lagi masalah radiasi nuklir yang terus membelenggu Jepang sampai dengan sekarang.Untuk itu Jepang saat ini benar-benar membutuhkan bantuan untuk memulihkan situasi di negara tersebut.

Pasca Gempa dan Tsunami Tersebut forbes baru-baru ini merilis para miliarder Jepang yang semangat dalam membantu memulihkan negara tersebut.Siapa sajakah mereka?

Keluarga Saji, Kekayaan US$7,7 miliar
Keluarga Suntory mengirimkan 360 ribu botol air mineral Suntory pada 12 Maret dan menyumbangkan botol tambahan. Perusahaan juga memberikan sumbangan US$3,7 juta dalam bentuk tunai dan mematikan lampu pada iklan outdoor-nya, mengurangi penggunaan listrik di tempat usahanya untuk mengemat energi.

Akira Mori, Kekayaan US$5,9 miliar
Pengembang Mori Trust menyiapkan 71 lokasi penggalangan dana di seluruh kantornya, termasuk perumahan, hotel dan fasilitas golf. Ia memberikan sumbangan sebesar US$250 ribu.

Akira Mori merupakan orang terkaya nomor 3 di Jepang. Dalam daftar miliarder dunia, ia menempati peringkat ke-143 versi Forbes.

Hiroshi Mikitani, Kekayaan US$5,6 miliar
Kepala operator pusat belanja online, Rakuten, menyumbangkan US$3,7 juta bagi usaha pemulihan. Ia juga melakukan penggalangan dana melalui Rakuten Securities, yang mengumupulkan US$3 juta dan layanan prabayar listrik, Edy, mendapatkan US$200 ribu.

Di Jepang ia merupakan orang terkaya nomor lima, sedangkan di urutan dunia ia menempati posisi ke-182.

Katsumi Tada, Kekayaan US$2,8 miliar
Daito Trust Construction miliknya menyumbangkan US$3,7 juta untuk daerah yang terkena bencana melalui Palang Merah Jepang. Ia mempersiapkan 100 unit apartemen bagi orang yang terkena gempa, selama 6 bulan secara gratis. Perusahaan ini juga melakukan penggalangan dana dari karyawannya.

Pria yang menggeluti bisnis real estate itu merupakan orang terkaya di Jepang nomor 9 dan terkaya di dunia di peringkat ke-393 versi Forbes.

Han Chang Woo, Kekayaan US$2,4 miliar
Perusahaan permainannya mendonasikan US$6 juta, termasuk US$370 ribu berasal dari karyawan perusahaan. Perusahaan ini mensuplai minuman, makanan, obat-obatan, dan relawan serta aksi penggalangan dana di lokasi Maruhan di seluruh Jepang. Perusahaan ini beroperasi lebih pendek karena adanya pemadaman listrik bergilir.

Pria yang menggeluti industri game ini merupakan orang terkaya nomor 11 di Jepang dan urutan ke-459 untuk peringkat dunia versi Forbes.

Tadashi Yanai, kekayaan US$6,3 miliar
Saham perusahaannya, Fast Retailing jatuh 20 persen setelah gempa bumi, dan mengurangi US$1,3 miliar dari kekayaannya. Meski mengalami kerugian, ia secara pribadi memberikan US$12 juta yang tampaknya menjadi sumbangan perorangan terbesar bagi upaya pemulihan Jepang. Group ritelnya telah mendonasikn US$8,6 juta berupa pakaian kepada korban dan uang tunai US$5 juta. Pengecer pakaian ini berencana mengumpulkan donasi dalam kotak sumbangan pada 2.200 perusahaan Uniqlo, Theory, dan toko lainnya di seluruh dunia.

Tadashi Yanai dan keluarganya memiliki kekayaan US$7,6 miliar. Di Jepang ia menjadi orang terkaya nomor dua versi majalah Forbes, sedangkan di dunia ia menempati peringkat 122.

Masayoshi Son, kekayaan US$8,2 miliar
Perusahaannya menciptakan aplikasi iPhone yang memungkinkan pelanggan untuk memberikan donasi. Ia juga memberikan 12 ribu ponsel dengan layanan tak terbatas untuk daerah yang terkena bencana. Ponsel ini diberikan secara gratis untuk membantu lembaga, tokoh masyarakat dan keluarga korban. Ia juga menawarkan pesan darurat untuk smart phones. Beberapa tokonya Softbank tutup, terutama daerah timur laut yang terkena pemadaman bergilir.

Ia merupakan orang terkaya di Jepang, dan untuk peringkat dunia CEO SoftBank itu menempati rangking 113 versi Forbes.

Yoshikazu Tanaka, kekayaan US$2,3 miliar
Penyelenggara game mobile ini mengatur situs donasi dengan cara membeli original avatar “Gree Volunteer” dengan100 hingga 10 ribu emas (mata uang Gree). Perusahaan jejaring sosial ini akan menyumbangkan 1 yen untuk setiap pembelian emas. Pada saat gempa, Gree telah digunakan untuk menkonfirmasi keselamatan banyak orang.

“Kami akan membuat setiap usaha dan tidak membiarkan layanan berhenti berjalan. Kami akan terus melihat kontribusi yang bisa kita buat” ujar Yoshikazu.

Pria berumur 34 ini menjadi orang terkaya di Jepang peringkat 14 dan urutan 540 orang kaya dunia.

Masatoshi Ito, kekayaan US$1,2 miliar
Menurut juru bicara perusahaan, gangguan logistik dan penimbunan pelanggan merupakan tantangan besar bagi raksasa ritel. Sekitar 350 dari 13.200 toko Seven Eleven tutup, paling banyak di timur laut. Beberapa tokonya yaitu Ito Yokado Supermarket menjual produk di luar ruangan, untuk digunakan sebagai tempat penampungan bagi pengungsi.

Perusahaan ini juga menyediakan 30 ribu botol air mineral 2 liter, 1.000 kue kering, 14 ton pisang, untuk Miyagi dan 1.728 botol mineral ukuran 2 liter air untuk Fukushima melalui transportasi darat dan helikopter serta 10 ribu selimut dan 4.800 kemasan beras (200 gram) untuk Miyagi dan Iwate, satu truk air untuk Miyagi, 4.225 roti untuk Fukushima. Semua tokonya juga digunakan untuk penggalangan dana.

Pria berumur 86 itu menempati urutan 12 orang terkaya di Jepang dan menduduki peringkat 488 orang kaya dunia. Ia merupakan pengusaha ritel Seven & I yang mengoperasikan 7 Eleven, supermarket yang dilengkapi dengan restoran.

Kentaro Ogaa, kekayaan US$530 juta
Awalnya tiga ratus lebih tokonya, Zensho, yang menyediakan lebih dari 3000 mangkuk daging sapi ini tutup, bahkan satu di Kesennuma tidak bisa dijangkau. Tim penanggulangan bencana datang ke lokasi tersebut untuk membantu menjaga restoran tetap buka. Zensho mematikan sebagian lampunya untuk menghemat energi. Ia menyediakan sup di Miyagi untuk 1.600 orang lebih banyak dari yang direncanakan.

Comments Closed

Comments are closed.