Inilah Pidato Panas Mourinho Di Leg I Liga Champion

Author - April 29, 2011

Inilah Pidato Panas Mourinho Di Leg I Liga Champion – Menejer Real Madrid, Mourinho dikabarkan akan dilaporkan petinggi Barcelona atas pidato panasnya usai laga El Clasico jilid IV di semifinal leg 1 Liga Champions Kamis 28/4/2011. Dalam pidato itu ‘The Special One’ menuding Barcelona telah bermain dengan wasit disepanjang Liga bergengsi ini digelar.

Mourinho benar-benar kesal atas kekalahan anak dididiknya saat pertandingan Leg I pertama digelar. Pelatih Real Madrid ini mengungkapkan perasaan dan keluh kesahnya, terutama kepada wasit lewat ‘pidato’ dengan kalimat-kalimat bersayap.

Pelatih asal Portugal ini menganggap tim asuhannya dikalahkan secara tak wajar. Karena dengan kekalahan itu juga, langkah Madrid ke final akan sangat berat.

Berikut 10 pernyataan Mourinho seusai laga El Clasico IV seperti dilansir dari Give Me Football:

1. “Ya, kami sepertinya akan tersisih. Kadang saya merasa jijik hidup di dunia ini. Tapi, di sinilah saya harus hidup. Kami akan pergi ke Barcelona untuk mencari sedikit kebanggaan. Tanpa Pepe yang tak bisa berbuat apa-apa. Tanpa (Sergio) Ramos yang tak bisa berbuat apa-apa, juga tanpa pelatih di bangku cadangan.”

2. “Secepat mungkin Pepe dikeluarkan, semua problem mereka (Barca) terselesaikan. Dalam laga seketat ini, sangat sulit untuk membalikkan
keadaan. Ini misi mustahil!”

3. “Jika kami pergi ke sana (Camp Nou) dan mereka mencetak gol, mereka (wasit) akan ‘membunuh’ kami lagi. Kami tak punya peluang. Mereka
sudah pasti akan lolos ke final.”

4. “Saya tak bicara apa-apa kepada wasit. Saya hanya tertawa dan bertepuk tangan atas keputusan wasit, tanpa bicara apa-apa. Saya tak bicara karena jika saya bicara kepada wasit dan UEFA, karir saya akan selesai di sini. Mungkin saya hanya bisa bertanya: Mengapa? Mengapa? Mengapa?”

5. “Kami bicara soal tim yang fantastis (Barcelona). Tapi, saya tak mengerti mengapa wasit di laga seketat ini masih saja membela mereka. Padahal, wasit seharusnya bisa menggaransi agar kedua tim berimbang. Lalu, hanya tim terbaik yang menang.”

6. “Barcelona tim besar di dalam dan luar lapangan. Tapi, menang dengan cara seperti itu tak menunjukkan kebesaran mereka.”

7. “Saya telah memenangi dua trofi Liga Champions. Dan saya memenanginya di lapangan dengan dua tim tak sekuat Barcelona. Saya memenanginya pertama kali bersama Porto, tim kecil dari liga lemah. Lalu bersama Inter dengan sangat berkeringat dan berjuang keras.”

8. “Josep Guardiola seorang pelatih yang fantastis, tapi trofi Liga Champions yang ia menangi sangat memalukan karena jika melihat yang terjadi di Stamford Bridge, itu sebuah skandal. Dan jika ia memenanginya tahun ini, ia harus melalui skandal di Bernabeu. ”

9. “Guardiola layak memenangi Liga Champions dengan normal (tanpa skandal). Itu yang saya harapkan karena ia pelatih sangat bagus dan saya sangat respek kepadanya. Seperti ketika saya bersama ia selama 4 tahun.”

10. “Saya sangat respek kepada ia (Guardiola), baik sebagai pelatih maupun secara personal. Saya berharap ia bisa memenangi Liga Champions dengan bersih di masa depan, tanpa skandal.”

Comments Closed

Comments are closed.