Jakarta Bangun Menara Pencakar Langit

Author - November 21, 2010

Jakarta Bangun Menara Pencakar Langiti-berita, Pembangunan Menara Jakarta yang sempat dihentikan karena kekurangan dana dari investor swasta, akhirnya akan dilanjutkan kembali pada Februari 2011. Pembangunan ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2018, namun ditargetkan selesai pada tahun 2016. Sebenarnya, pembangunan menara ini relative lama dibandingkan pembangunan gedung-gedung pencakar langit lainnya di dunia.

Project Manajer Menara Jakarta, Dicky Rampengan menjelaskan alasan pembangunan menara Jakarta dibilang lama karena Menara Jakarta merupakan sebuah menara yang tingkat kesulitan pembangunan konstruksinya lebih sulit dibanding gedung bertingkat, contohnya seperti gedung tertinggi di dunia Burj Dubai yang bisa selesai dalam waktu 3 tahun saja. Menara Jakarta dibangun dengan estimasi bisa bertahan hingga 100 tahun lebih di kawasan Kemayoran Jakarta Pusat.

Dicky menjelaskan dengan konstruksi dasar ditopang oleh 412 titik tiang dengan kedalaman pondasi masing-masing hingga 60 meter maka menara ini bisa menahan bobot hingga 280.000 ton. Bobot Menara Jakarta sendiri dihitung mencapai 193.000 ton.

Ia juga mengatakan proyek ini tetap mendapat dukungan dari para pemegang saham. Meski ia mengakui proses pengerjaan fisik saat ini dihentikan sementara karena ada rancang ulang atau redesign di bagian atas menara, hingga dilanjutkan di Februari 2011.

Menara Jakarta yang akan memiliki ketinggian 558 meter akan menjadi salah satu gedung tertinggi dunia. Menara ini rencananya akan dilengkapi dengan fasilitas sebagai berikut:
• Tempat parkir seluas 144.000 meter persegi
• Gedung podium setinggi 17 lantai.
• Lift yang mencapai puncak menara
• Restoran berputar
• Mal besar
• Kafe
• Taman hiburan
• Museum sejarah Indonesia
• Hotel
• Ruang serba guna/konferensi yang bisa menampung sepuluh ribu pengunjung
• Ruang-ruang perkantoran seluas 8.000 meter persegi
• Pusat pameran
• Pusat pendidikan dan pelatihan
• Pusat multimedia disertai pemancar siaran radio dan televisi
• Pusat perdagangan dan bisnis

Comments Closed

Comments are closed.