Kasus Fahri Hamzah

Author - August 29, 2010

Kasus Fahri Hamzah. Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo tak mau ambil pusing dengan pernyataan Fahri Hamzah di situs jejaring sosial Twitter yang mengkritisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kasus Fahri Hamzah
Menurut Adnan, Fahri memang selalu sinis dengan kinerja KPK. Ia menilai sikap Fahri yang nyeleneh itu tidak menunjukkan sikap partai sehingga PKS harus menegur sikap Fahri.

“Karena jika terlalu jauh nantinya justru bisa mencemarkan nama partai. Sikap ini membuat publik bingung, karena sikap dengan pernyataan yang berbeda,” kata Adnan dalam perbincangan, Minggu 29 Agustus 2010.

PKS, kata dia, harus mengambil sikap cepat agar tak menular ke kader lainnya. Dia mencontohkan dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Tindak Pidana Pencucian Uang. PKS justru mendorong KPK menyelidiki perkara pencucian uang. “Jadi Fahri ini memang sikapnya nyeleneh dari sikap partai karena dari pernyataannya kok tidak mendukung KPK,” ujarnya.

Adnan malah mempertanyakan mengapa Fahri hanya mengkritisi KPK, tidak institusi penegak hukum lainnya. Rekening gendut yang ada di Kepolisian juga tidak dikritisi. Seharusnya sebagian anggota dewan, Fahri juga harus memperjuangkan bagaimana semua institusi penegak hukum bersih dari praktek korupsi.

Adnan menilai PKS sebaiknya menarik Fahri dari dewan. “Buat apa kita keluarkan biaya mahal tapi tidak memberikan kontribusi apa-apa,” kata dia.

Adnan menduga Fahri dendam pada KPK karena pernah diperiksa dalam kasus aliran dana Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) waktu itu. “Dari dulu selalu begitu statement-nya,” ujarnya.

Comments Closed

Comments are closed.