Kekejaman Khadafy Bikin Geram Umat Islam

Author - February 27, 2011

Kekejaman Khadafy Bikin Geram Umat Islami-berita, Kondisi memburuk yang kini sedang terjadi di Libya, berdampak juga kepada politisi Islam di Indonesia yang menimbulkan keprihatinan, kekecewaan dan kegeraman atas kekejaman Moammar Khadafy, sang penguasa Libya. Diktator Moammar Khadafy, kini dinilai sebagai penguasa islam yang bengis. Citra elite Islam pun rusak akibat kekejian Khadafy, sebagaimana kekejian Ben Ali di Tunisia dan Hosni Mubarak di Mesir.

“Citra pemimpin Dunia Islam buruk semua: tiran, korup dan bengis, mereka tipe penguasa lalim,” kata pengamat politik Rizal Sukma PhD yang juga Direktur CSIS Jakarta, kemarin.

Tak mengherankan jika politisi Islam, Burzah Zarnubi pun merasa frustasi dan marah atas kekejian Khadafy. “Islam membela rakyat Libya melawan Khadafy, saya mengimbau masyarakat internasional dan kalangan Muslim melawan kezaliman Khadafy. Dewan Keamanan PBB dan dunia internasional harus menghentikan kekejian Khadafy karena mengingkari agama dengan cara membunuh rakyatnya sendiri,” kata Burzah Zarnubi.

DPP Partai Bintang Reformasi (PBR) dipimpin Ketua Umumnya Bursah Zarnubi menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor perwakilan PBB di Jakarta, Jumat (25/2) siang. Kepada Mr Membery, atas nama perwakilan PBB di Jakarta, Bursah mengutuk kekejaman yang dilakukan rezim Muammar Khadafy terhadap para demostran Libya. Melihat kondisi Libya saat ini, PBR sangat prihatin.

PBR mendorong para Dubes dan diplomat Libya serta para pejabat tinggi di Tripoli untuk melawan Khadafy dan melepaskan jabatannya untuk ikut dalam revolusi kebebasan yang sedang terjadi di negara mereka. “Kekejian Khadafy membantai rakyatnya sendiri, sudah di luar batas kemanusiaan. Islam mengutuk semua itu. Karena itu harus segera dihentikan. Para Dubes dan diplomat Libya serta para pejabat tinggi di Tripoli harus segera mengambil sikap tegas dan segera melawan kesewenang-wenangan Khadafy,” tutur Bursah.

Bursah menyerukan berbagai langkah krusial yang harus dilakukan pemerintah Indonesia dan Dunia Internasional sekarang juga. Pertama, PBR sebagai anak-anak bangsa dan warga dunia, mendesak Presiden RI , Sekjen PBB dan Dewan Keamanan PBB secepatnya mengambil langkah guna menghentikan kekejian rezim Khadafy dalam membantai rakyatnya sendiri yang berdemonstrasi damai. Pertimbangan kemanusiaan dan HAM harus diutamakan demi menyelamatkan rakyat.

Kedua, mendesak Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan Liga Arab secepatnya menekan rezim Khadafy mengakhiri pembantaian dan mendesak agar mau berunding dengan seluruh kekuatan oposisi dan demonstran guna mencari solusi damai bagi krisis dan konflik Libya saat ini. Jika Khadafy menolak, maka PBB dan Dewan Keamanan bersama OKI dan Gerakan Nonblok harus bertindak menyelamatkan rakyat Libya dari amuk dan murka Khadafy secepatnya dengan alasan kemanusiaan.

Ketiga, demi keadilan dan kemanusiaan (HAM) serta kebebasan, Kadafy yang sudah terlalu lama berkuasa (40 tahun) harus turun sesegera mungkin dan harus berhenti membunuhi rakyat sipil Libya yang berdemontrasi. “Jika tidak, maka kami mendesak masyarakat internasional menyeret Khadafy dan lingkaran elitenya ke pengadilan internasional (Mahkamah Internasional) untuk diadili sebagai penjahat kemanusiaan.” Sedikitnya lebih dari 1000 orang dilaporkan tewas sebagai ‘tumbal revolusi’ dalam demonstrasi menuntut keadilan, kebebasan, HAM dan demokrasi di Libya dalam sepekan terakhir ini.

Comments Closed

Comments are closed.