Kronologis Penyerbuan Osama Bin Laden Hingga Tewas

Author - May 3, 2011

Kronologis Penyerbuan Osama Bin Laden Hingga Tewasi-berita, Setelah belajar dari kegagalan penyergapan yang dilakukan sejak tahun 2001, akhirnya pasukan khusus Amerika Serikat berhasil membunuh tokoh teroris nomor satu Amerika Serikat itu, yakni Osama bin Laden. Keberhasilan yang dilakukan tentu saja melewati operasi intelijen yang cukup rumit. Osama terkenal cerdas dalam bersembunyi dan mengecoh pasukan pembunuhnya. Pantas saja, Osama bisa menghindar selama 10 tahun dan penyerbuan yang dilakukan selalu bocor dan diketahui oleh Osama. Sehingga, saat penyergapan, Osama sudah lebih dulu menyelamatkan diri. Sudah beberapa kali dia berhasil lolos, bahkan diduga tewas, namun tak lama kemudian tampil di televisi yang seolah tengah mengejek Amerika.

Namun, kali ini nasib tidak berpihak kepadanya. Operasi gabungan antara dinas intelijen Amerika, CIA, dengan intelijen Pakistan (ISI) berhasil mengendus jejaknya. Berbeda dengan informasi-informasi sebelumnya, bin Ladin ternyata tidak bersembunyi di gua-gua di perbatasan Afganistan-Pakistan. Dia diketahui bersembunyi di sebuah desa bernama Abottabad.

Informasi ini mengejutkan. Sejak lama, CIA dan ISI menduga bin Ladin akan menyusup ke Pakistan untuk menyiapkan serangan memperingati 10 tahun kehancuran menara kembar WTC. Tapi, mereka tak mengira bin Ladin ternyata menyusup ke desa yang begitu dekat dengan ibu kota Pakistan, Islamabad.

Abottabad adalah ibu kota distrik Hazara, provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Desa ini tergolong ramai. Hanya berjarak sekitar 150 kilometer dari Islamabad, desa ini terkenal karena pemandangannya yang indah.Tak heran, desa ini juga ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun asing. Desa ini juga tidak tergolong miskin seperti umumnya pedesaan perbatasan Pakistan-Afganistan. Di sini, ada banyak sekolah, bahkan instalasi militer. Jelas, bin Ladin cukup cerdik dengan bersembunyi di desa ini. Dia berharap, kehadirannya tak terlalu mencolok karena desa ini sudah biasa menerima kunjungan orang asing.

Tak kalah mengejutkan adalah tempat persembunyian yang digunakan. Dia bersembunyi di sebuah rumah yang sudah disiapkan selama lima tahun oleh para pengikutnya. Rumah itu berpagar tinggi, di beberapa tempat diamankan dengan pagar kawat berduri. Rumah ini juga tidak dilengkapi telepon apalagi Internet. CIA memperkirakan biaya pembangunan rumah ini sebesar 1 juta dolar Amerika. Melihat besarnya biaya itu, ada kemungkinan rumah ini dibangun menjadi semacam benteng pertahanan.

Rumah inilah yang diintai oleh agen-agen CIA dan ISI sebelum penyerbuan dilakukan. Presiden Obama, dalam pidatonya saat mengumumkan kematian bin Ladin menyebut bahwa ini merupakan operasi gabungan Amerika-Pakistan. Tapi, yang tidak disebut Obama, rincian penyerbuan, mulai dari kapan hari-H, berapa pasukan yang turun, dan dari mana penyerbuan dilakukan, sama sekali tidak dibagi oleh Amerika ke intelijen Pakistan. Bahkan di Amerika sendiri, rincian operasi ini hanya diketahui oleh sangat sedikit orang. Amerika rupanya belajar dari kegagalan penyerbuan sebelumnya karena operasi yang mereka lakukan sering bocor.

Akhirnya, hari H itu pun tiba. Pasukan khusus Amerika datang menggunakan helikopter. Tim lain menyusup lewat jalan darat. Sebuah insiden nyaris membatalkan operasi itu, ketika helikopter yang digunakan harus mendarat darurat akibat kegagalan mesin. Namun, tak ada yang cedera sehingga operasi tetap berlangsung. “Untuk keamanan, kami hancurkan sekalian helikopter yang jatuh,” kata sumber intelijen Amerika yang tak dikutip namanya kepada kantor berita CNN.

Diperlukan waktu 40 menit sebelum pasukan pembunuh ini memutuskan menyerbu masuk. Mereka harus memastikan benarkah yang berada di dalam adalah orang yang sudah 10 tahun mereka buru. Saat komando diberikan, serempak mereka menyerbu. Namun, operasi sempat hampir tak berjalan mulus. Pengawal bin Ladin yang berjaga memberi perlawanan sengit. Terjadi tembak-menembak. Pasukan pengawal bin Ladin bahkan menggunakan seorang perempuan–tak disebut siapa dia–sebagai perisai hidup. Dalam tembak menembak inilah bin Ladin tewas. Timah panas menembus kepala orang yang paling ditakuti ini. Dalam penyerbuan, selain bin Ladin, ikut tewas tiga pengawalnya, juga perempuan malang yang menjadi tameng tadi. Di pihak Amerika, tak seorang pun tewas.

Tak jelas pula berapa tim pembunuh yang menyerbu masuk. Pejabat militer Departemen Pertahanan Amerika hanya menyebut, “Kami menurunkan sebuah tim kecil.” Tidak juga disebut dari detasemen mana pasukan khusus itu. Namun, diduga tim yang turun adalah tim andalan angkatan laut Amerika, NAVY SEAL.

Comments Closed

Comments are closed.