Laser, Alat Pengganggu Pandangan Manusia

Author - December 27, 2010

Laser, Alat Pengganggu Pandangan Manusiai-berita, Berita mengenai sinar laser menjadi ramai di dunia maya. Sinar laser dijadikan sebagai penyebab utama dari kekalahan Indonesia. Memang ada benarnya juga, laser yang digunakan untuk menyoroti wajah para pemain dan penjaga gawang Indonesia adalah laser hijau yang biasa digunakan kepolisian Amerika untuk memudahkan mengambil tahanan dengan cara menyoroti terlebih dahulu agar pandangan mereka menjadi kabur.

Rupanya penggunaan laser ini mengundang protes dari berbagai kalangan, termasuk juga Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.Banyak yang mengatakan laser hijau menjadi pemicu kekalahan Indonesia. Lalu, apakah anda sendiri mengerti apa itu laser hijau dan kegunaannya? Diketahui, saat ini ada 5 jenis laser yang umum digunakan sebagai pointer untuk melakukan presentasi atau untuk kegunaan lain seperti hiasan di acara pertunjukan. Kelima laser tersebut adalah laser merah, kuning, hijau, biru dan ungu.

Kelima laser tersebut, laser merah adalah laser yang paling umum digunakan untuk presentasi dan dipancarkan melalui cahaya berpanjang gelombang 671 nanometer. Laser kuning, dipancarkan pada 593,5 nanometer memiliki output antara 1mW (miliwatt) hingga sekitar 10mW. Proses pembuatan laser kuning cukup rumit dan membutuhkan stabilizer suhu dan pendinginan. Ini menyulitkan laser kuning dibuat dalam alat berukuran kecil.

Sama seperti pembuatan pada laser kuning, pada laser hijau pun lebih sulit dibanding laser merah. Cahaya hijau yang dihasilkan merupakan proses tidak langsung yang diawali dengan pembuatan sinar dengan daya besar (umumnya antara 100 sampai 300 mW). Seperti yang dikutip dari vivanews.com, pointer laser berwarna hijau umumnya jauh lebih terang (mencapai sekitar 60 kali lipat) dibandingkan dengan laser pointer berwarna merah. Dari sisi jarak, titik ujung sinar laser hijau mampu mencapai jarak yang lebih jauh dibanding laser pointer merah. Warnanya yang hijau juga membuat cahaya dari laser pointer ini bisa lebih mudah diketahui keberadaannya.

Di Amerika Serikat, laser hijau umum dimanfaatkan oleh kepolisian atau militer. Polisi dapat menggunakan perangkat seperti pistol yang menggunakan laser hijau untuk mengganggu pengelihatan para tahanan saat petugas masuk ke sel, misalnya untuk mengambil tahanan.

Perangkat yang disebut ‘laser optical distracter’ itu bekerja dengan menembakkan gelombang cahaya yang dapat mencapai jarak hingga 2400 meter. Saat diarahkan ke mata seseorang, cahaya itu mengakibatkan kerusakan penglihatan temporer. Ia hanya dapat melihat cahaya kuning, hijau dan hitam.

“Dengan menembakkan cahaya ini ke mata korban, Anda dapat berjalan ke arahnya tanpa ia bisa melihat Anda,” kata Robert Battis, Chief Executive Officer Laser Energetics, salah satu perusahaan pemasok perangkat laser. “Meski demikian, laser yang dibuat cukup aman untuk mata, lebih aman dibandingkan dengan laser pointer biasa,” ucapnya.

Meski tidak dalam bentuk laser pointer, di dunia militer, laser hijau juga memiliki banyak kegunaan. Misalnya untuk melacak persembunyian seorang sniper atau mengungkap keberadaaan senapan mesin di balik semak-semak.

Bahaya Penggunaan Laser
Meski perangkat laser yang beredar umumnya tidak berbahaya, akan tetapi bukan berarti sinar laser itu tidak mengandung potensi merusak. Untuk mencegah kerusakaan tak sengaja terhadap retina mata manusia, sejumlah negara telah memberi batasan untuk daya output maksimal perangkat laser.

Di Inggris, kalangan dokter menolak adanya laser pointer yang memiliki daya output lebih dari 1mW dijual secara bebas. Di Amerika Serikat, laser yang boleh digunakan secara umum hanyalah laser yang daya maksimalnya hingga 5mW.

Di Swiss, pernah ada kasus di mana seorang anak membeli laser pointer berkekuatan 150mW. Ia kemudian menembakkan laser pointer itu ke kaca dan memantul ke matanya. Akibatnya, ia mengalami kebutaan temporer pada satu mata dan mengalami penurunan pengelihatan hingga 60 persen di mata lainnya.

Meski penglihatan anak tersebut akhirnya kembali ke kondisi mendekati normal, dokter menyebutkan laser dengan kekuatan 150mW sangat berbahaya. Ia bisa membuat lubang di kertas, menyalakan korek api, meletuskan balon dan bahaya lainnya seperti mengakibatkan kebutaan.

Dari penelitian terakhir, risiko yang dihadapi mata manusia akibat terkena laser yang memiliki daya hingga 5mW memang relatif kecil. Akan tetapi, terimbas laser dengan periode lebih lama, misalnya 10 detik atau lebih, bisa menyebabkan kerusakan.

Di Inggris, UK Health Protection Agency sendiri sudah mengeluarkan peringatan terhadap maraknya laser pointer berkekuatan besar (lebih dari 1 mW) yang umumnya menggunakan laser hijau yang marak beredar di Internet dan mampu menghasilkan laser dengan kekuatan beberapa ratus mW. Pasalnya, perangkat ini sangat berbahaya dan tidak cocok untuk dijual secara bebas.

Comments Closed

0 responses to “Laser, Alat Pengganggu Pandangan Manusia”

  1. ical boedax setia says:

    malaysia bermain sangat curang
    ayo indonesia walaupun kamu kalah
    di leg ke 1
    masih ada leg kedua

  2. ranggi says:

    oooh gitu doang? biasa ah, ngopy doang juga. haha