Latar Belakang Para Calon Ketua KPK Akan Ditelisik

Author - August 6, 2011

Latar Belakang Para Calon Ketua KPK Akan Ditelisiki-berita, Pansel (Panitia Seleksi) pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memerintahkan intelijen yang terdiri dari tiga institusi yakni kejaksaan, kepolisian, dan Badan Intelijen Negara untuk menelusuri rekam jejak para kesepuluh calon Ketua KPK yang lolos dalam seleksi. Dari setiap institusi akan dikirimkan delapan anggota dan total tim yang akan mencari data-data para calon seluruhnya berjumlah 24 orang. Mereka akan memulai tugasnya dari hari ini (6/8/2011) dan akan berakhir pada pelaporan kepada Panitia pada tanggal 13 Agustus nanti.

Mereka akan menelaah apapun yang berkaitan mengenai para calon Ketua KPK mulai dari harta, gaya hidup, hingga kinerja dan pergaulan di masyarakat. Menurut Sekretaris Panitia Ahmad Ubbe, hasil kerja tim akan obyektif. Kerja tim sudah diatur sehingga caon berlatar belakang kepolisian “diusut” oleh intelijen dari kejaksaan atau BIN. Panitia seleksi juga bekerja sama dengan Masyarakat Transparansi Indonesia, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, Badan Pemeriksa Keuangan, serta KPK.

Panitia seleksi mengumumkan 10 besar calon pemimpin KPK periode 2011-2015 yang lolos uji kepribadian. Mereka adalah Abdullah Hehamahua, Abraham Samad, Adnan Pandupradja, Aryanto Sutadi, Bambang Widjojanto, Egi Sutjiati, Handoyo Sudrajat, Sayid Fadhil, Yunus Husein, dan Zulkarnain. Calon berlatar belakangan kepolisian adalah Aryanto Sutadi, sedangkan dari Kejaksaan adalah Zulkarnain.

Mereka akan mengikuti seleksi wawancara pada 15 Agustus. Dari 10 calon akan diperas menjadi delapan yang kemudian diserahkan kepada Presiden pada 18 Agustus nanti. Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia Teten Masduki mengatakan KPK dibentuk sebagai jalan keluar pada saat citra Polri dan kejaksaan tak bagus. “Masak, KPK akan diisi polisi dan jaksa?” katanya kemarin. Ia juga menilai Aryanto dan Zulkarnain belum jelas kredibilitasnya dalam memberantas korupsi.

Indonesia Corruption Watch (ICW) juga tak merekomendasikan kandidat dari kejaksaan dan kepolisian. Peneliti ICW bidang investigasi, Agus Sunaryanto, mengaku tengah menelusuri rekam jejak Aryanto dan Zulkarnain. Ketua Presidium Indonesia Police Watch Netta S. Pane ikut menolak Aryanto, yang dianggap tak pernah menunjukkan komitmen antikorupsi. Ia menerangkan, di KPK terdapat sekitar 120 penyidik dari kepolisian, tapi KPK tak pernah mengusut kasus di kepolisian. “Tak perlu ada polisi di pemimpin KPK,” ujarnya.

Menurut Jaksa Agung Muda Pengawasan Marwan Effendy, Koordinator Staf Ahli Jaksa Agung Zulkarnain tak memiliki prestasi yang menonjol. Ketua Komisi Kejaksaan Halius Hosen sependapat. “Prestasi (Zulkarnain) rata-rata air,” ucapnya. Zulkarnain menampik ketika disebut kurang berprestasi. “Kami memulainya dengan kinerja yang bagus supaya permasalahan tidak menumpuk,” kata Zulkarnain.

Comments Closed

Comments are closed.