Mesir Tuntas, Giliran Aljazair Diguncang

Author - February 13, 2011

Mesir Tuntas, Giliran Aljazair Diguncangi-berita, Aksi demonstrasi yang terjadi di Mesir akhirnya usai sudah setelah Presiden Mesir, Hosni Mubarak menyatakan mundur dari jabatannya. Selesai dengan masalah itu, kini giliran Aljazair yang diguncang dengan aksi para demonstran yang juga sama menuntut presidennya untuk segera mundur. Aksi pertama terlihat sekitar seribu orang telah memadati ibukota Aljazair, Aljir, Sabtu 12 Februari 2011. Demonstrasi tersebut berlangsung sehari setelah rakyat negara tetangga mereka, Mesir, merayakan mundurnya Presiden Hosni Mubarak.

Kini giliran Presiden Aljazair, Abdelaziz Bouteflika yang dituntut mundur oleh para demonstran karena dituding kalangan oposisi selalu memanipulasi hasil pemilu agar tetap berkuasa. Harian The Guardian mengungkapkan bahwa aksi demonstrasi akhir pekan lalu itu juga menuntut pemerintah mencabut status keadaan darurat, yang telah berlaku selama 19 tahun. Mereka juga menuntut dijaminnya kebebasan berdemokrasi, dan menghendaki perubahan sistem politik di Aljazair.

Terinspirasi oleh gelombang demonstrasi di Mesir, para demonstran juga berteriak, “Kemarin Mesir, Hari Ini Aljazair.” Dalam beberapa hari terakhir, Aljazair dilanda aksi protes anti pemerintah, namun tidak sedahsyat yang terjadi di Tunisia dan Mesir. Selain melibatkan massa yang besar, aksi di dua negara itu sukses menumbangkan pemimpin yang telah lama berkuasa. Pemerintah Aljazair sebenarnya sudah melarang warga untuk berdemonstrasi. Namun, seruan itu tidak digubris para demonstran. Maka, dalam aksi kemarin sempat terjadi bentrokan antara polisi dan pemrotes, walau tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Comments Closed

Comments are closed.