Minat Seksual Pemuda Jepang Menurun

Author - January 15, 2011

Minat Seksual Pemuda Jepang Menuruni-berita, Jepang terkenal dengan tingkat kelahiran yang rendah, sehingga populasi disana pun tidak terlalu banyak. Rendahnya tingkat kelahiran tersebut diduga karena minat pria muda di Jepang terhadap seks berkurang. Menurut penelitian yang didanai oleh pemerintah Jepang, menemukan bahwa sekitar 40 persen pasangan menikah mengatakan bahwa mereka tidak melakukan hubungan seks dalam sebulan terakhir. Dengan begitu, hal tersebut adalah faktor utama yang mempengaruhi rendahnya tingkat kelahiran.

Data yang terkumpul telah mengonfirmasi ada pandangan sosial yang meluas bahwa banyak lelaki muda menjadi “herbivora”, label terpasang pada pria pasif yang tidak secara aktif mencari perempuan dan hubungan seksual. Survei per dua tahun menemukan 36,1 persen laki-laki Jepang usia antara 16-19 tahun mengatakan bahwa mereka tidak memiliki minat atau bahkan menganggap hina kegiatan seks, dan itu merupakan lonjakan dari survei 2008 yang mencatat 17,5 persen. Dari pihak perempuan, sebanyak 59 persen dalam kategori usia sama menjawab hal serupa, meningkat 12 persen dibanding data 2008.

Hasil survei itu menjadi kekhawatiran pemerintah Jepang yang ingin mendorong pasangan muda memiliki keturunan agar dapat mengembalikan tingkat kelahiran rendah dan mencegah kemungkinan runtuhnya perekonomian negara. Pemerintah Jepang memperkirakan jumlah kehamilan 1,37 kelahiran per perempuan pada 2009, salah satu peringkat terendah di dunia, dibanding 2,06 di Amerika Serikat dan 1,97 di Perancis.

Tren dipercaya sebagai faktor penyebab utama, khususnya di pedalaman Jepang, di mana perempuan yang melahirkan harus berhenti bekerja, berkurangnya pusat kesehatan anak, dan faktor sistematis lainnya. Populasi Jepang sudah berangsur menurun dengan semakin banyak orang muda yang menunda memulai keluarga karena menganggap sebagai beban keuangan, gaya hidup, dan karier.

Comments Closed

Comments are closed.