Misil Baru China Bikin Amerika Takuti-berita, Hubungan Cina dengan Amerika Serikat menjadi renggang akibat perang saudara antara Korea Utara dan Korea Selatan. Korea Utara dilindungi oleh Cina, sementara Korea Selatan dilindungi oleh Amerika Serikat. Bahkan, hingga kini kedua negara tersebut masih memanas dan belum ada jalan penyelesaian yang baik. Untuk mengantisipasi serangan bantuan oleh Amerika Serikat yang sebelumnya telah menurunkan kapal induk raksasanya sebagai pengangkut kapal jet, Cina mempunyai solusi baru untuk mengatasinya.

Baru-baru ini, Militer Cina telah memperkenalkan misil terbarunya yang disebut-sebut dapat menenggelamkan kapal Induk Amerika Serikat. Selain itu, Cina juga siap meluncurkan kapal induk pengangkut pesawat tempur pertamanya ke lautan lepas. Misil terbaru itu dinamakan dengan Dong Feng (Angin Timur) 21D yang memiliki daya hancur yang sangat besar dan ketepatan dari jarak jauh yang sangat akurat. Misil tersebut dibuat sebagai kuncu untuk mencegah pesawat dan kapal AS untuk memasuki perairan Cina.

Misil Dong Feng didukung oleh berlapis-lapis sistem pertahanan udara, perangkat angkatan laut, seperti kapal selam dan sistem misil balistik yang diperbarui. Sehingga misil ini semakin canggih dan ditakuti oleh seluruh negara. Untuk penggunaannya pun, Cina sudah menggunakan sistem jaringan satelit yang dapat diatur dan diperintahkan langsung dari jarak jauh. Misil yang disebut juga dengan pembunuh kapal induk ini dapat diluncurkan dari darat dengan tingkat akurasi tinggi dan menembus pertahanan kapal induk paling canggih sekali pun dari jarak lebih dari 1.500 kilometer. Misil ini tentunya akan menjadi ancaman serius bagi kapal Induk AS yang ingin campur tangan dalam konflik Taiwan maupun Korea Utara.

Bahkan kapal induk pengangkut pesawat jet USS Abraham Lincoln dari Armada Pasifik yang disebut-sebut sebagai kapal terbesar di dunia pun menjadi ancaman bagi Cina. Terkait peluncuran misil ini, Kementerian Luar Negeri China, Jiang Yu, mengatakan bahwa kemajuan militer China ini tidak dimaksudkan untuk mengancam negara manapun. “Bisa saya bilang bahwa China tengah menggalang kebijakan pertahanan nasional. Kami bukanlah ancaman bagi negara lain dan kami akan selalu menjadi kekuatan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional,” ujar Jiang. Menurut kabar, misil Dong Feng ini akan terus dikembangkan ke depannya untuk menyerang satelit di luar angkasa.