Ormas Islam Yang Melakukan Razia Liar Akan Dipidana

Author - July 31, 2011

Ormas Islam Yang Melakukan Razia Liar Akan Dipidanai-berita, Kepolisian Indonesia akan menjerat organisasi masyarakat (ormas) islam yang telah berani melakukan razia liar dengan pidana sesuai dengan Pasal 170 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penyerangan di muka umum dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. Seperti yang diketahui, dalam rangka penyambutan bulan puasa, banyak ormas islam yang bertindak sudah seperti aparat penegak hukum tanpa izin telah melakukan sweeping atau razia. Apalagi, dalam tindakan tersebut selalu berujung dengan kehancuran atau kerusuhan.

Apabila ada ormas yang membandel dan melakukan sweeping, maka akan ditindak tegas oleh polisi sesuai dengan perbuatan yang dilakukan. Jika elemen tersebut melakukan razia, maka konsekuensinya akan kita tindak. Sanksinya tergantung perbuatannya. Agar tak ada tindak main hakim sendiri, masyarakat juga diminta melapor ke polisi, jika melihat ada tempat-tempat hiburan yang buka saat bulan Ramadan, karena wewenang razia ada di pihak kepolisian.

Sebagai upaya mengantisipasi tindakan ormas yang nekat melakukan sweeping, polisi pun menyiapkan patroli di tempat yang rawan dilakukan razia. Tidak hanya itu, komunikasi dengan ormas-ormas pun terus dijalin kepolisian. Kemarin, ribuan orang dari Front Pembela Islam (FPI) berdemo di depan Istana Negara. Tuntutan mereka ada dua, yakni bubarkan Ahmadiyah dan tutup seluruh tempat hiburan selama Ramadan.

Comments Closed

Comments are closed.