Paket Bom Buku Membuat Warga Panik

Author - March 20, 2011

Paket Bom Buku Membuat Warga Paniki-berita, Teror bom yang kini sedang marak terjadi di Jakarta rupanya membuat seluruh masyarakat setempat semakin waspada terhadap kiriman-kiriman berupa barang. Setiap kali ada orang yang menerima kiriman dari orang yang tak jelas, mereka langsung menolaknya. Seperti kejadian di kawasan Kekalik, di Jalan Dodokan 13 Nomor 4 Mataram, kediaman pengacara Burhanuddin, ada paket kiriman yang ditujukan kepada adiknya yang bernama Lukman.

Paket misterius yang menggegerkan ini dikirim melalui salah satu ekspedisi pengiriman barang sekitar pukul 11.00 Wita, pengirim bernama Rustu dari Jakarta. Penerima adalah Suci yang istri pemilik rumah ditujukan kepada Lukman. Saat itu Lukman tengah tidak berada di rumah. Saat Lukman pulang, dia merasa tidak mengenal siapa pengirim. ‘’Melihat kejadian yang ada di televisi, tentu saya merasa takut dan tidak mau membuka paket itu. Langsung saja melapor ke Polsek Mataram,’’ kata Lukman, kemarin siang.

Laporan ini langsung direspon aparat kepolisian, selain dari Polsek Mataram hadir juga Kasat Intel Polres Mataram AKP Yunus Junaidi yang mengecek keberadaan kiriman misterius. Karena jelas ekspedisi pengirim, polisi meminta pengirim segera kembali untuk mengecek barangnya. Dua pengantar barang dari ekspedisi Kasim dan Lanang pun kembali mengambil barang yang dikirim.

‘’Sebaiknya dibawa kembali, karena pemilik rumah merasa tidak mengenal,’’ kata AKP Yunus. Selanjutnya paket itu pun kembali dibawa oleh pengantar barang dari ekspedisi. Meski, pengirim barang ini pun sempat takut membawanya kembali. ‘’Awalnya sih tidak takut, tapi setelah ribut-ribut kok jadi takut,” ujar Kasim.

Dijumpai Lombok Post (Grup JPNN), Wakapolres Mataram Kompol Asep Marsel mengatakan, apa yang dilakukan oleh masyarakat menghubungi polisi terkait kiriman yang dianggapnya janggal, adalah tepat. Namun, kalau dilihat dari tempat pengiriman paket adalah ekspedisi yang jelas, kecil kemungkinan kalau paket itu berisi benda mencurigakan. ‘’Sudah tepat melapor pada polisi,’’ katanya.

Comments Closed

Comments are closed.