Pasangan Ini Hadapi 6 Bencana Saat Berbulan Madu

Author - April 7, 2011

Pasangan Ini Hadapi 6 Bencana Saat Berbulan Madui-berita, Bulan madu merupakan hadiah pernikahan yang paling indah dan tidak hanya dirayakan setelah menikah saja. Untuk mengembalikan keharmonisan hubungan dalam mengatasi kejenuhan, bulan madu memang cukup dibutuhkan. Mengisi bulan madu, pastinya setiap pasangan ingin yang terbaik dan berjalan dengan baik. Namun, apa jadinya jika saat berbulan madu menjadi petualangan yang sangat menegangkan dan takkan terlupakan seumur hidupnya. Seperti pasangan yang satu ini, berniat untuk berbulan madu bersama istri dan anaknya yang masih kecil, justru berubah menjadi petualangan yang menegangkan saat mereka harus menghadapi enam bencana beruntun sekaligus.

Untungnya, pasangan itu berhasil lolos dari semua bencana yang ada. Semoga saja perkawinan mereka berumur panjang dengan mental yang sangat tangguh, mereka bisa melewati semua itu. Pasangan itu adalah Stefan dan Erika Svanstrom yang tentunya akan menjadi pengalaman pribadi bagi mereka. Di balik semua itu, namun mereka tetap bersikap positif. Selama berbulan madu, kurang lebih empat bulan, mereka menghadapi badai salju, tsunami, dua gempa bumi, banjir besar, dan topan. Semua kemalangan itu dihadapi saat mengarungi rute Jerman-Bali-Australia-Selandia Baru-Jepang.

Di tujuan pertama, Munich, Jerman, keluarga Svanstroms mendapat bencana pertama: badai salju hebat di Eropa pada Desember 2010 lalu. Padahal, “sebelum berangkat ke Jerman, kami pikir semua akan baik-baik saja. Kami saling mencintai, dan hanya berpikir soal pantai saat menuju Asia tenggara,” kata Erika Svanstrom. Namun, meski tak ada bencana, impian mereka berjemur dan menikmati pantai di Bali pupus. Hujan lebat mengguyur Pulau Dewata.

Peruntungan juga tak mereka dapatkan saat pergi ke Cairns, Australia. Di sana, keluarga kecil ini dicegat Topan Yasi, yang memaksa mereka bergabung dengan ribuan orang lainnya mencari perlindungan. Meski hanya 24 jam, mereka sempat jadi pengungsi. Masih di Australia, pasangan ini lantas menuju Brisbane. Di ibu kota negara bagian Queensland itu, mereka disambut banjir besar merendam kota. Bahkan, seperti dimuat Daily Mail, pasangan ini juga lolos dari kebakaran hutan di Perth. “Kami berhasil lolos, di sekeliling kami pohon bertumbangan menutupi jalan,” kata Stefan Svanstroms.

Beberapa jam kemudian, saat mereka tiba di Selandia Baru, gempa 6,3 skala Richter mengguncang Christchurch. Mereka juga ada di Tokyo saat gempa dahsyat 9,0 skala Richter menguncang, dan memicu tsunami yang menerjang sebagian wilayah Jepang. “Kami seperti dihantui bencana, dan bertanya-tanya, apa yang akan terjadi selanjutnya,” kata Erika pada media Expressen Swedia. Pasangan ini kembali ke Stockholm pada 29 Maret 2011, setelah sempat menikmati wisata menyenangkan tanpa bencana di China. “Setidaknya kami beruntung dalam hal cinta,” katanya.

Comments Closed

Comments are closed.