PDI P – Gerindra Tetap Tolak Gedung Baru DPR

Author - April 9, 2011

PDI P – Gerindra Tetap Tolak Gedung Baru DPRi-berita, Pembangunan gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, masih saja mendapatkan kecaman dari berbagai pihak yang menolak dibangunnya gedung yang akan menghabiskan dana negara senilai Rp. 1,16 triliun itu. Dari semua fraksi yang ada, hanya partai Gerindra dan PDI Perjuangan yang bersikeras tetap menolak dibangunnya gedung tersebut. Dalam rapat paripurna yang beragendakan pembacaan laporan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR mengenai rancangan anggaran DPR 2012 dan pidato penutupan masa sidang ketiga DPR, kemarin, sejumlah wakil rakyat masih mempersoalkan dan menginterupsi rencana pembangunan gedung baru tersebut. Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Fraksi Gerindra bahkan memutuskan walk out. Ketua DPR Marzuki Alie mengaku kecewa dengan sikap FPDIP yang walk outpada rapat paripurna DPR kemarin. Berbeda dengan sikap Fraksi Gerindra yang memang menolak, selama ini FPDIP tidak pernah menyatakan penolakannya terhadap pembangunan gedung baru, termasuk saat pelaksanaan rapat konsultasi.

”Saat rapat konsultasi juga sudah clearbahwa ada delapan fraksi yang memandang pembangunan gedung baru ini memang perlu. Saya sebagai pimpinan bingung mau dibawa ke mana ini sebetulnya. Di sana mengatakan ini. Di luar beda lagi. Saya mewakili lembaga, enggakmungkin saya bohong,” ucap dia. Sebelumnya setelah melalui perdebatan yang panjang, rapat konsultasi pimpinan DPR,pimpinan fraksi,dan pimpinan BURT pada Kamis (7/4) sore akhirnya memutuskan untuk meneruskan rencana pembangunan gedung baru DPR. Dari sembilan fraksi di DPR,hanya dua yang menolak pembangunan gedung tersebut yaitu Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Fraksi Gerindra.

Sikap PDIP dan F Gerindra yang walk out pada rapat paripurna merupakan cermin perpecahan di internal DPR menyikapi rencana pembangunan gedung baru. Kondisi ini akan berpengaruh terhadap kelanjutan proses pembangunan gedung. ”Persoalan gedung ini akan menjadi sengketa politik di DPR,”kata pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Arbi Sanit kepada Seputar Indonesia (SINDO) di Jakarta tadi malam. Menurut dia, DPR semestinya mendengar aspirasi masyarakat yang menolak pembangunangedung. Sebaliknya, DPR jangan menjadikan keputusan internal lembaga sebagai pembenaran untuk melanjutkan proyek itu. Apalagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah angkat bicara soal gedung itu.

Menurut Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra, Edhi Prabowo, fraksinya terus akan menggalang dukungan petisi moral untuk menolak rencana pembangunan gedung baru DPR. “Langkah konkrit yang akan kita jalankan, kita terus akan menjalankan petisi moral. Kita moral saja sesama anggota DPR, mengetuk hati untuk tanda tangan,” ujar Edhi di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (8/4/2011).

Ia mengungkapkan, sudah banyak angggota Dewan yang menandatangani petisi moral tersebut. “Tanda tangan petisi sudah kita sebarkan sejak seminggu yang lalu. Di fraksi PAN, saya dengar sudah tanda tangan 41 orang, kemarin yang tanda tangan sudah 23, tinggal tiga orang lagi. Saya juga dengar kemarin, Sekretaris dan Ketua Fraksi PPP juga tanda tangan waktu rapat Bamus,” terangnya. Edhi berharap petisi yang digalangnya terus bergulir dan mendapat dukungan anggota DPR RI. “Mudah-mudahan akan ini terus bergulir. Dengan menolak pembangunan gedung kita sudah melakukan sesuatu yang luar biasa buat rakyat,” ujarnya.

Comments Closed

Comments are closed.