Perayaan Natal ternyata Pernah Dilarang Umat Kristen

Author - February 12, 2011

Perayaan Natal ternyata Pernah Dilarang Umat Kristen – Hari besar yang selalu diperingati umat kriten tanggal 25 Desember ini ,ternyata pernah mendapat larangan dari umat Kristen sendiri beberapa dekade di Amerika Serikat.Pasalnya mereka beranggapan Natal merupakan hinaan pada Tuhan yang berhubungan dengan paganisme kuno.

Perang natal tersebut dimulai sejak abad 16-17 oleh Puritan atau Kristen Protestan yang meyakini bahwa orang butuh aturan ketat untuk menjadi relijius, dan perayaan semacam Natal dianggap penuh dosa.

Sebuah buku Shocked by the Bible yang diterbitkan Thomas Nelson Inc. (2008) menjelaskan pengikut Yesus Kristus di Amerika Serikat dan Inggris membantu hukum membuat ilegal Natal. Mereka yakin Natal merupakan hinaan pada Tuhan yang berhubungan dengan paganisme kuno.

Kebanyakan orang Amerika masa kini tak menyadari Natal dilarang di Boston dari 1659-1681. Semua kegiatan Natal, termasuk menari, permainan musiman, game, nyanyian, perayaan ramai dan terutama minum-minum dilarang oleh Parliament of England yang didominasi Puritan pada 1644.

Sedangkan di Inggris, larangan libur Natal dicabut pada 1660 ketika Charles II mengambil alih tahta. Namun Puritan tetap ada di New England dan Natal tak menjadi hari libur hingga 1856. Bahkan, beberapa sekolah terus mengadakan pengajaran pada 25 Desember hingga 1870.

Namun perubahan zaman dari waktu ke waktu, orang-orang mulai merayakan libur Natal hingga Natal seperti yang kita kenal saat ini,keindahan dan kegembiraan natal hampir bergema diseluruh dunia untuk menyambut perayaan tersebut.

Comments Closed

Comments are closed.