Puluhan Mayat Bayi Dicuri, Untuk Apa?

Author - February 17, 2011

Puluhan Mayat Bayi Dicuri, Untuk Apa?i-berita, Baru-baru ini, tempat pemakaman umum (TPU) di Desa Pabean dan Desa Semampir, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dihebohkan dengan pencurian 23 mayat bayi. Pencurian itu dilakukan dengan waktu yang berturut-turut. Menanggapi kejadian tersebut, warga dan aparat kepolisian setempat membentuk ronda di tempat pemakaman tersebut. Belum jelas, apa motif dari pencurian mayat bayi ini, yang jelas hingga kini polisi masih menyelidiki kasus ini dan sejauh ini pelaku telah melancarkan aksinya terutama pada hari rabu malam dan kamis malam, maka dari itu pada hari tersebut, polisi dan warga akan berjaga-jaga.

Pembongkaran mayat bayi ini rupanya sudah diketahui oleh para warga sejak 26 Januari lalu. Waktu itu, juru kunci makam di Dusun Bonosari melihat ada bekas tanah yang digali di sejumlah makam bayi. “Saat itu ditemukan delapan makam yang dicuri. Pada 2 Februari di lokasi yang sama ditemukan lagi tujuh makam,” ujar Kepala Kepolisian Sektor Sedati Ajun Komisaris Dodon Priyambodo.

Di Desa Pabean ada 18 makam bayi di tempat pemakaman umum di Dusun Bonosari, Alas Tipis, dan Pabean, yang dibongkar. Adapun di Desa Semampir ada lima makam yang dibongkar. Belum diketahui berapa mayat bayi yang hilang karena tidak semua mayat di makam yang dibongkar dengan cara dilubangi tersebut hilang. Hasil pembongkaran lima makam bayi, hanya tiga mayat bayi yang hilang. Kasus ini diselidiki Polsek Sedati dan Kepolisian Resor Sidoarjo.

Juru kunci pemakaman Dusun Alas Tipis, Maskup Sarwan, mengatakan, mayat bayi biasanya dikubur di lubang sedalam 75 sentimeter-1 meter sehingga mudah dibongkar, hanya dengan cara dilubangi. Makam bayi yang dibongkar bukan hanya makam baru, ada juga yang sudah lebih dari tiga tahun.

Comments Closed

Comments are closed.