Red Microblog Saingi Twitter

Author - December 16, 2010

Red Microblog Saingi Twitteri-berita.com, Telah muncul situs baru di Cina dengan nama “Red Microblog” dua hari lalu. Situs ini diluncurkan oleh Departemen Propaganda di Kota Chongqing Cina, dengan tujuan untuk menyaingi Twitter.

Dalam lamannya, pendirian situs ini merupakan permintaan Menteri Propaganda Li Changchun untuk menguasai media.
Tidak seperti Twitter yang mendukung kebebasan berpendapat, situs China ini menyebarkan propaganda dukungan kepada pemerintahan komunis serta penuh sensor. Layanan itu menjadi jejaring sosial pertama yang secara tegas mendukung sistem komunis.
Sekretaris Partai Komunis Kota Chongqing, Bo Xilai, langsung jadi anggota dan memposting pesan-pesan bernada propaganda.

“Saya sangat menyukai kata-kata (Pendiri RRC) Mao Zedong, Dunia milik kita, kita harus bekerja sama,” tulisnya, seperti diberitakan Telegraph, Kamis (16/12).
Di halaman depan, situs memunculkan tulisan ‘Bekerja keras, jujur dan memperlakukan orang lain dengan baik’, ‘Tidak ada langit yang lebih besar dari tangan, tidak ada jalan yang lebih panjang dari kaki, tidak ada gunung yang melebihi tinggi manusia, dan tidak ada lautan yang lebih luas dari hati’ serta tulisan berbunyi ‘Mereka yang selalu mengikuti arus maka selamanya akan naik turun di tengah gelombang. Hanya mereka yang melawan angin tanpa takut mengalami kesulitan, dapat dengan cepat mencapai sisi lain’.
Jumlah pengguna situs ini belum diketahui. Telegraph juga melaporkan sejak kemarin, situs bermasalah dan tidak bisa menerima anggota baru. Harian Inggris ini menilai Red Microblogging akan menerapkan sensor ketat terhadap penggunanya.
Sejak terpilih sebagai Sekretaris Partai tiga tahun lalu, Bo Xilai mencanangkan gerakan memerahkan Chongqing. Dia mengajak warganya untuk menyanyikan lagu-lagu sejarah dan membaca literatur long-march Ketua Mao.
Warga juga diminta mengirim pesan singkat telepon seluler yang berisi pujaan kepada negara. Sampai Oktober, sudah terkumpul 120 juta “SMS Merah”, sebutan untuk kampanye pesan singkat ini.
Pemerintah Cina melarang satu milyar penduduknya untuk mengakses Twitter. Namun, imitasi Twitter bermunculan. Menurut lembaga analisa Cina EnfoDesk, sebanyak 75 juta penduduk ambil bagian di situs mikrobloging, naik 837 persen dari tahun lalu.

Comments Closed

Comments are closed.