Robot Jadi Guru Bahasa Inggris

Author - December 30, 2010

Robot Jadi Guru Bahasa Inggrisi-berita, Teknologi semakin canggih dari tahun ke tahun. Banyak penemuan-penemuan yang dapat membantu aktivitas manusia di Dunia. Salah satunya adalah robot di Korea Selatan. Sebanyak 29 robot yang dibuat dan dikembangkan oleh Institut ilmu pengetahuan teknologi Korea Selatan (KIST) menjadi guru bahasa Inggris. Robot tersebut dinamakan dengan Engkey, robot putih yang berbentuk oval. Robot tersebut meulai mengajar pada hari senin (27/12/2010) di 21 sekolah dasar di kota Daegu, wilayah tenggara Korea Selatan.

Robot dengan tinggi sekitar satu meter itu ditempelkan layar televisi sebagai wajah dari robot itu yang nantinya akan muncul gambar wajah guru bahasa inggris asli yang berasal dari Filipina. Robot itu bergerak dengan menggunakan roda sebagai kaki saat berbicara kepada murid. Engkey dapat membaca buku dan menari mengikuti musik dengan menggerakkan kepala dan tangannya. Robot tersebut berlayar perempuan berkulit putih yang dikendalikan jarak jauh yang dapat melihat dan mendengar para siswa melalui sistem kendali jarak jauh. Mengapa layar pada robot itu menggambarkan wanita yang berasal dari Filipina? Karena menurut Sagong Seong-Dae, ilmuwan senior KIST, mengatakan jika guru dari Filipina yang terdidik dan berpengalaman lebih murah dibanding guru di mana pun, termasuk di Korea Selatan.

Seperti yang dikutip dari tempointeraktif.com, selain membacakan buku, robot tersebut menggunakan piranti lunak yang sudah terprogram supaya dapat bernyanyi dan melakukan permainan alfabet dengan anak-anak.

“Anak-anak terlihat sangat suka, karena lucu dan menarik. Tetapi beberapa orang dewasa juga menyatakan ketertarikan, mereka mengaku tidak terlalu gugup berbicara dengan robot dibanding dengan orang asli,” kata pejabat kantor pendidikan kota Daegu Kim Mi-Young.

Kim mengatakan kemungkinan beberapa unit akan dikirim ke wilayah terpencil Korea Selatan. Ia mengatakan robot tersebut masih dalam tahap percobaan. Tetapi para pejabat kemungkinan akan menyewa terus bila peneliti dapat meningkatkan mutu dan membuatnya lebih mudah dikendalikan serta lebih terjangkau.

“Para murid kini lebih aktif, terutama murid malu yang takut berbicara ke guru manusia,” kata Kim. Ia menekankan percobaan tersebut bukan untuk menggantikan guru manusia dengan robot.

Kim mengatakan berusaha membantu industri kunci dan strategis secara bersamaan memberikan perhatian kepada anak-anak. Program percobaan empat bulan ini disponsori oleh pemerintah dengan investasi sebesar 1,58 miliar won (Rp12,34 miliar).

Comments Closed

Comments are closed.