Sengketa Lahan, TNI Bentrok Dengan Petani

Author - April 17, 2011

Sengketa Lahan, TNI Bentrok Dengan Petanii-berita, Kericuhan terjadi antara warga Buluspesantren, Kebumen, Jawa Tengah dengan anggota TNI AD, Sabtu (16/4). Kericuhan itu terjadi hanya karena perebutan sengketa lahan. Masalah sengketa lahan itu bukanlah suatu hal yang baru dan sudah sering terjadi, namun pada sebelumnya hanya terlibat pertikaian saja dan tidak berujung pada bentrokan. Pada bentrokan kali ini, kedua kubu antara TNI dan warga sipil banyak memakan korban luka-luka.

Menurut Ketua DPRD Kebumen, tempat yang menjadi sengketa ini sudah lama dijadikan TNI sebagai medan latihan perang, namun tidak pernah ada gesekan seperti yang terjadi belakangan ini hingga memicu kontak fisik. Semua pihak baik warga sekitar maupun TNI AD yang menempati lokasi tersebut, hidup tentram.

Seperti apa kronologi persitiwa bentrok antara masyarakat dan prajurit TNI AD tersebut? Aris Panji, salah seorang korban, mengatakan kejadian itu bermula pukul 08.00 pagi saat sekitar 25 warga pergi ke makam korban uji coba senjata TNI AD di lokasi tersebut. Pada 22 Maret 1997, sebuah uji coba senjata pernah menewaskan lima anak di daerah itu. Mendengar rencaran tentara akan berlatih menembak kembali di daerah itu, Selasa (12/4/2011) lalu, warga memblokade jalan.

Warga marah mendengar blokade jalan sudah dibuka tentara. Sabtu (16/4/2011) kemarin, warga menebang pohon untuk membuat blokade lagi. Ada delapan titik blokade yang mereka buat. Sekitar pukul 09.30, mereka pergi ke kantor Dinas Penelitian dan Pengembangan TNI dan membongkar gapura kantor. Massa yang sehabis ziarah bertambah banyak ditambah pemuda. Jumlahnya mereka sekitar 50 orang.

Sekitar pukul 11.00 warga berjalan dari arah titik blokade menuju balai desa. Di tempat itu mereka duduk-duduk di tepi jalan. Sekitar pukul 14.00 siang, ratusan tentara bersenjata lengkap menyerbu massa yang sedang duduk itu. Masa langsung dipopor dan kena bogem mentah sebelum diikat tangannya di belakang. “Seperti di film PKI,” kata Aris.

Warga yang berusaha melarikan diri ditembak oleh tentara di bagian bawah. Setelah aksi itu, tentara menyisir rumah warga hingga pukul 16.30. “Mereka mencari laki-laki yang ada di rumah,” Aris Panji menjelaskan. Insiden bentrokan antara TNI-AD dan warga itu kemudian mengakibatkan 13 orang mengalami luka-luka. Dari 13 orang tersebut, 4 di antaranya sudah diizinkan pulang, sedangkan 9 orang lainnya masih dalam perawatan di RSUD Kebumen, Jateng.

“Total korban yang sempat dilarikan ke rumah sakit sebanyak 13 orang. Empat di antaranya sudah diizinkan pulang karena tidak memerlukan perawatan lagi. 9 Pasien masih berada di rumah sakit untuk melakukan perawatan dokter. Secara umum kondisi sembilan korban bagus,” ujar Kepala RSUD Kebumen Suprayitno saat jumpa pers terkait bentrokan antara TNI-AD dengan warga desa Setrojenar di Pendopo Kabupaten Kebumen, Jl Veteran, Kebumen, Jawa Tengah, Minggu (17/4/2011).

Comments Closed

Comments are closed.