Seorang Gelandangan Mengubah Nasib Dengan Suara Emas

Author - January 8, 2011

Seorang Gelandangan Mengubah Nasib Dengan Suara Emas – Ted Williams seorang pria gelandangan akhirnya mampu merubah hidupnya lewat suara emas yang di rekam dalam video YouTube.Pria tersebut saat ini menjadi perhatian seluruh masyarakat di AS.

Dikutip dari laman kompas Ted Williams adalah seorang mantan pembawa acara berusia 53 tahun yang menjadi gelandangan setelah terpuruk karena narkoba dan minuman keras. Dia menarik perhatian setelah surat kabar The Columbus Dispatch memasang sebuah rekaman video singkat hari Senin.

Video yang diduga diambil dari sebuah mobil memperlihatkan seorang pria gelandangan dengan rambut awut-awutan sedang meminta-minta. Dia membawa tulisan yang mengatakan dia bekas penyiar radio dengan suara karunia Tuhan yang sedang tertimpa malang dan minta belas kasihan.

Mendengarnya berbicara membuat orang harus mengakui dia memang bersuara emas. Suaranya bariton yang kaya. Ketika dia menirukan seorang pembawa acara, rasanya tak bisa dipercaya suara itu datang dari seseorang berpenampilan semacam dia.

Dalam beberapa hari, video Williams di YouTube itu dilihat jutaan kali. Simpati mengalir deras, juga tawaran kerja. Hal yang terbaik, menurut dia, adalah mendapat kesempatan bertemu kembali dengan ibunya yang berusia 90 tahun.

Williams adalah seorang pembaca acara radio pada tahun 1980-an sebelum hidupnya dihancurkan oleh narkoba dan minuman keras. Menurut Williams, hidupnya menuju kehancuran mulai tahun 1996 ketika dia mulai banyak minum minuman keras. Dia menggunakan ganja dan kokain dan kehilangan minat pada karier radionya.

Sejak itu dia hidup di tempat-tempat penampungan gelandangan dan di jalan walau anak-anaknya, tujuh putri dan dua putra yang tinggal di kawasan Columbus, berusaha membantunya. Dia juga berulang kali masuk penjara karena pencurian dan pemalsuan. Tempat tinggal terakhirnya adalah sebuah tenda dekat sebuah jalan raya di Columbus, tak jauh dari tempat dia minta-minta.

Comments Closed

Comments are closed.