Stadion Lebak Bulus Akan Digusur Pemerintah

Author - February 16, 2011

Stadion Lebak Bulus Akan Digusur Pemerintahi-berita, Belakangan ini, pemerintah provinsi DKI Jakarta berencana untuk menggusur Stadion Lebak Bulus yang menjadi stadion utama klub Persija. Mengetahui hal tersebut, para kelompok pendukung fanatik Persija yang dikenal dengan sebutan The Jak, menolak keras rencana tersebut. Seharusnya, pemerintah melakukan penjelasan terlebih dahulu dengan masyarakat setempat dan pengurus The Jak bilamana ada maksud untuk menggusur stadion tersebut.

“Kita menolak rencana pemerintah itu. Kita belum diajak berdialog padahal The Jak juga bermarkas di stadion itu,” ujar Sekretaris Jenderal The Jak, Richard kepada salah seorang wartawan Tribun, Selasa (15/2/2011). Menurut Richard, sebelum pemerintah melakukan penggusuran, seharusnya mereka memiliki master plan untuk lokasi stadion yang baru. Apalagi, stadion lebak bulus degan pendukung macan kemayoran tersebut mempunyai nilai sejarah yang tinggi.

Sepengetahuan Richard, hingga saat ini Pemda DKI Jakarta belum melakukan survey sejauh mana masyarakat luas menerima rencana penggusuran tersebut serta tetap memperhatikan kondisi setempat. Dirinya mengkhawatirkan pemindahan Stadion Lebak Bulus ke lahan baru nantinya hanya sebatas wacana saja seperti yang terjadi pada Stadion Menteng dan Stadion Union Makes Strenght (UMS). “Seharusnya Pemerintah DKI perbanyak Stadion bukannya malah menggusur terus,” tegas Richard.

Seperti diketahui, Stadion Lebak Bulus termasuk ke dalam lokasi yang kena gusur untuk kepentingan mega proyek MRT Pemprov DKI sebagai solusi transportasi massal untuk masa depan. Pemprov DKI terpaksa menggusur Stadion Lebak Bulus lantaran perluasan depo MRT harus memakan lahan hingga 1 hektar.

Tidak hanya Stadion Lebak Bulus yang menjadi korban penggusuran tersebut, Terminal Lebak Bulus yang berada di sampingnya pun terkena imbas pembebasan lahan. “Pembebasan lahan ini ditargetkan selesai pada 2011 dengan dana dari APBD 2011 senilai Rp 300 miliar,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Ery Basworo.

Comments Closed

Comments are closed.