Telat Minum Obat, Mulut Gadis Terkunci

Author - January 22, 2011

Telat Minum Obat, Mulut Gadis Terkuncii-berita, Gara-gara telat meminum obat untuk penyakitnya yang tergolong langka itu, kondisi Catur Wulandari (25), seorang mahasiswi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) asal Dusun Sambirejo, Kecamatan Kota, Kabupaten Trenggalek semakin mengkhawatirkan. Catur telah terkena penyakit myasthenia gravis yang dapat menyerang otot dan syaraf, serta mengakibatkan kelumpuhan. Kini, ia hanya dapat berbaring lemah di ruang Seruni RSUD dr Soedomo Trenggalek, dengan tubuh kurus kering seberat 29 kilogram. Padahal, dengan tingginya 170cm itu, seharusnya berat idealnya 60 kilogram. Meski dengan suara yang sangat lirih, namun Catur masih bisa bercerita mengenai penyakit langkanya tersebut.

Menurut putri keempat pasangan Saijo (62) dan Untari (57) ini, sakitnya terjadi sejak tahun 2007 silam. Saat itu, dirinya duduk di semester 6 sedang praktik mengajar (PPL) di SMAN 1 Situbondo. Awalnya, Catur mengeluh matanya yang mulai kabur. Sakit itu menjalar ke kakinya dan membuat tidak bisa berjalan. Dan lama kelamaan Catur lumpuh total. Akibat sakit ini, Catur dibawa ke RSU Dr Soetomo Surabaya dan didiagnosis terkena myasthenia gravis. “Awalnya hanya mata yang susah digerakkan, lalu menjalar ke seluruh tubuh dan menjadi lumpuh total,” ceritanya.

Sementara Saijo mengatakan, Catur sempat dirawat di RSU Dr Soetomo selama 15 hari. Namun lantaran kehabisan biaya, anak bungsunya itu dibawa kembali ke Trenggalek. Kini Catur dirawat dengan fasilitas Jamkesmas (jaminan kesehatan masyarakat). Selama sakit ini, Catur harus minum obat tepat waktu. Jika telat atau kelupaan, mulutnya tidak bisa dibuka sama sekali alias terkunci. Untuk makan selama ini Catur hanya mengonsumsi tahu mentah dihaluskan, tajin (air rebusan beras) dan air putih. Itu pun dengan perjuangan yang sangat luar biasa. Sebab syaraf telannya terasa nyeri, setiap kali menelan makanan atau minum.

Comments Closed

Comments are closed.