Terungkap, Penyebab Serangan Ulat Bulu

Author - April 20, 2011

Terungkap, Penyebab Serangan Ulat Bului-berita, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Pertanian, Kementerian Pertanian Haryono menyatakan, penyebab meningkatnya populasi ulat bulu di sejumlah daerah di Indonesia sudah bisa disimpulkan. “Dinamika peningkatan populasi ulat bulu penyebabnya kurang lebih sudah convergent (memusat) pada perubahan ekosistem, baik yang hayati (biotik) maupun nonhayati (abiotik),” ungkap Haryono.

Dari hasil penelitian terhadap sejumlah contoh spesies ulat bulu yang diperoleh dari berbagai lokasi menunjukkan adanya faktor penyebab yang sama, yaitu perubahan ekosistem. Tak hanya kesimpulan dari Balitbang saja, melainkan kesimpulan yang dihasilkan oleh peneliti dan akademisi bidang entomologi (serangga) dari lembaga terkait, seperti LIPI dan IPB juga memberikan kesimpulan yang sama. Belum lagi, pakar serangga se-Indonesia pun memiliki pemikiran yang sama.

Perubahan ekosistem itu telah menyebabkan hilangnya keseimbangan alami untuk sementara waktu. “Sebagai suatu sistem, alam juga memiliki komponen-komponen yang menciptakan keseimbangan. Saat salah satu komponen mengalami gangguan, keseimbangan itu akan terganggu. Begitu juga dengan yang terjadi dengan famili Limantriidae (ulat bulu) saat ini,” papar Haryono.

Fenomena meningkatnya populasi ulat bulu, faktor hayatinya disebabkan berkurangnya pemangsa alaminya, seperti burung, kelelawar, dan semut rangrang, dan musuh alaminya, misalnya parasitoid. Berkurangnya pemangsa alami dan peningkatan ulat bulu juga dipengaruhi unsur non hayati. Perubahan iklim global menjadi faktor utama. Akibat adanya perubahan iklim, terjadi perubahan suhu dan kelembaban udara. “Semua makhluk hidup punya kemampuan adaptasi terhadap perubahan alam yang terjadi.”

“Perubahan suhu dan kelembaban udara bisa saja mengakibatkan pemangsa alami ulat bulu berkurang, sebaliknya ulat bulunya meningkat. Tapi, ini tidak akan berlangsung lama karena alam punya mekanisme penyeimbang,” terang Haryono. Menurutnya, pemangsa alami dan faktor penyeimbang hayati lainnya akan kembali berfungsi normal dan dinamika populasi ulat bulu akan kembali normal sebagaimana sebelumnya.

Comments Closed

Comments are closed.