TNI AU Bantah Adanya Pemukulan Wartawan TV

Author - July 29, 2011

i-Berita – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Atang Sandjaya Bogor, Marsma Tabri Santoso, membantah adanya penganiayaan terhadap wartawan Tempo TV yang sedang meliput bentrok sengketa lahan di Rumpin, Bogor, Jawa Barat. Ia mengatakan korban terkilir karena tertimpa kamera saat terjadi bentrok.

“Kepolisian menyimpulkan bahwa korban terkilir dan punggungnya tertimpa kamera,” kata Marsma Tabri Santoso di Lanud Atang Sandjaya, Bogor, seperti dikutip dari vivanews, Jumat 29/7/2011.

Dari hasil otopsi, tidak ada luka-luka pada wartawan Tempo TV yang diketahui bernama Syarifah Nur Aida (Ipeh) hanya ada luka kecil bekas hasil visum. korban berkemungkinan sedang sakit, terlihat dari tensi darah yang tinggi dan belum makan saat sedang liputan.Ini berdasarkan laporan kepolisian yang di ungkapkan Tabri.

Sebelumnya, ada empat wartawan Tempo TV yang saat itu meliput, yakni Mahfud Efendi, Syarifah Nur Aida (Ipeh), Rini (wartawan magang), dan Dimas Priyanto (fotografer freelance). Sebelum meninggalkan lokasi peliputan, Ipeh berpisah dari tim untuk mengambil gambar pemukiman di sekitar tanah sengketa.

Sepuluh menit kemudian, Ipeh ditemukan tergolek pingsan di tanah. Tubuh Ipeh tertelungkup dan bagian belakang kepalanya memar. Tangan kananya masih memegang kamera yang terlihat sudah dibuka paksa. Kartu memori gambar di dalam kamera Ipeh pun hilang. Setelah sadar, Ipeh mengaku telah dipukul dari belakang.

Comments Closed

Comments are closed.