Ulat Bulu Menjajah Indonesia

Author - April 15, 2011

Ulat Bulu Menjajah Indonesiai-berita, Wabah ulat bulu kini semakin merambah dan semakin dikhawatirkan oleh warga yang terganggu oleh hewan pembuat gatal itu. Awalnya, ulat bulu itu menyerang wilayah kabupaten Jombang. Tak lama kemudian, hal yang sama dirasakan pula oleh warga Kabupaten Bali yang mengaku jika pekarangan rumahnya telah diserang oleh ribuan ulat bulu. Saat situasi di dua kabupaten tersebut belum mereda, kini ulat bulu pun mulai menyerang kota Jakarta, tepatnya di wilayah Tanjung Duren. Sulit untuk diketahui penyebab dari datangnya ulat bulu yang tak kunjung henti dan berjumlah sangat banyak ini. Meski para warga sudah melakukan berbagai cara untuk membasmi ulat bulu itu, namun keadaan tidak berubah dan ulat bulu tetap bermunculan.

Beberapa sang pawang ulat bulu mencoba untuk melakukan ritual pengusiran ulat bulu, namun usaha tersebut hanya sia-sia dan tidak ada perkembangan yang baik. Kabarnya, ulat bulu pun telah menyerang tiga kabupaten di Yogyakarta yakni Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kulonprogo. DI tiga wilayah tersebut, ulat bulu telah bermunculan secara merata. Meski begitu, pemerintah setempat meminta masyarakat untuk tetap tenang karena ulat bulu tidak membahayakan.

“Sedang kami identifikasi terhadap ulat bulu. Dan berusaha keras mencari musuh alami yang akan mengendalikan populasi ulat itu,” kata Nanang Suwandi, kepala Dinas Pertanian, Pemprov DIY, di Yogyakarta, Kamis 14 April 2011. Nanang menyatakan, dari tiga kabupaten dan satu kota yang diserang ulat bulu, serangan paling meresahkan terjadi di Dusun Turi, Sumberagung, Jetis, dan Dusun Cepor Lor, Palbapang, Kabupaten Bantul. Tapi, serangan itu sudah dapat diatasi setelah dilakukan penyemprotan dengan pestisida dan pembakaran serta penebangan batang pohon.

Kondisi yang sama juga dilakukan di Sleman, Kulonprogo dan Kota Yogyakarta. “Penyemprotan pestisida dilakukan agar serangan ulat bulu tidak menyebar luas,” paparnya. Lebih lanjut Nanang menyatakan, berdasarkan pemantauan di lapangan diketahui serangan ulat bulu di Kabupaten Kulonprogo ditemukan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Wates, Kecamatan Nanggulan, dan Kecamatan Sentolo.

Sementara itu, di Kabupaten Sleman di wilayah Kecamatan Gamping menyerang semak-semak, dan Kecamatan Depok. Di Bantul di Kecamatan Bambanglipuro dan Kecamatan Palbapang. Untuk Kota Yogyakarta di Kecamatan Mantrijeron. Dia menambahkan, pihaknya telah melakukan koordinasi penanganan dengan berbagai pihak termasuk dengan Universitas Gadjah Mada. Bahkan Nanang mengatakan, selain melawan dengan musuh alami, bisa juga dilakukan pengendalian dengan menggunakan UV lamp untuk mengumpulkan ngengat.

Di bagian bawahnya dipasang wadah yang berisi air sabut, sehingga ketika ngengat jatuh akan mati. Namun, Dinas Pertanian DIY masih akan mengedepankan pembasmian secara alami atau dengan cara memotong dahan pohon dan membakar ulatnya. Akankah ulat bulu akan terus meluas dan menjajah Indonesia?

Comments Closed

Comments are closed.