Zulkarnaen Siap Gantikan Umar Patek

Author - March 31, 2011

Zulkarnaen Siap Gantikan Umar Pateki-berita, Umar Patek, seorang teroris berbahaya di lingkup asia yang telah menjadi buronan sejak lama, dikabarkan telah tertangkap di Pakistan pada 2 Maret yang lalu. Sebelumnya, pihak Amerika Serikat telah memberikan imbalan bagi siapa saja yang berhasil menangkap teroris ini dengan harga satu juta dollar Amerika Serikat. Menurut pengamat terorisme, Al Chaidar mengatakan bahwa Umar Patek adalah seorang teroris berbahaya yang diperintahkan jaringan teroris internasional untuk bekerja di wilayah ASEAN, terutama Indonesia.

“Jaringan mujahid yang ada di Indonesia itu mereka tergantung dengan Umar Patek, karena Umar Patek itu satu-satunya orang yang punya jaringan ke internasional,” ujar Al Chaidar saat dihubungi okezone, Rabu (30/3/2011).

Dia menambahkan, Umar Patek adalah salah satu orang kepercayaan Osama bin Laden untuk wilayah ASEAN. “Kelompok Umar Patek memang sudah disiapkan untuk beroperasi di Indonesia,” ujarnya. Umar juga memilki kelebihan, selain keturunan Arab, dia bisa menggunakan Bahasa Arab dan inilah yang menguatkan jaringan Umar dengan jaringan yang ada di Timur Tengah. “Dia orang yang bisa mengkaitkan kelompok-kelompok internasional dengan jihad di Timur Tengah,” katanya.

Umar Patek merupakan pimpinan jaringan jihad di Indonesia setelah Abu Tholut diringkus Densus 88. Abu Tholut sebelumnya memegang kendali setelah Dulmatin ditembak juga oleh Densus 88. Karena kini Umar dikabarkan tertangkap, lanjut Al-Chaedar maka Zulkarnaen kemungkinan akan menjadi penggantinya.

Umar Patek merupakan buron teroris yang paling dicari di Indonesia terkait kasus pengeboman di Bali. Dia adalah salah satu tersangka utama serangan bom Bali tahun 2002 yang menewaskan 202 orang dalam sebuah serangan maut terhadap Sari Club dan Paddy’s Bar, Kuta, Bali. Umar Patek sendiri diburu pemerintah Indonesia, Filipina, Australia, dan Amerika Serikat. Informasi mengenai dirinya dihargai pemerintah AS senilai 1 juta dollar.

Comments Closed

Comments are closed.