Ahli Nuklir Iran Tewas, Ahmadinejad Tuduh Israel

Author - December 1, 2010

Ahli Nuklir Iran Tewas, Ahmadinejad Tuduh Israeli-berita.com, Tewasnya salah satu ilmuwan nuklir Iran tidak terlepas dari kecurigaan Amerika Serikat dan sekutunya terhadap kegiatan rahasia pembuatan bom nuklir di sebuah pabrik nuklir di Iran.

Presiden Iran menuduh Israel dan negara-negara Barat yang terkait atas sepasang serangan bom hingga menewaskan salah satu ilmuwan nuklir dan melukai lainnya dalam mobil mereka saat di Teheran pada Senin (29/11). Ia juga mengakui untuk pertama kalinya bahwa sebuah virus worm komputer telah mempengaruhi sentrifugal dalam program pengayaan uranium Iran.

Mahmoud Ahmadinejad dan pejabat Iran lainnya bersumpah bahwa program nuklir tidak akan terhambat oleh apa yang mereka digambarkan sebagai sebuah kampanye untuk menyabotasenya apakah dengan pembunuhan atau oleh sebuah virus komputer. Amerika Serikat dan sekutunya mengatakan Iran sedang berusaha membangun sebuah bom nuklir, namun Teheran membantah klaim tersebut.

Menurut kepolisian Teheran, dua serangan bom terjadi ketika penyerang dengan sepeda motor melekatkan bom dengan magnet di mobil dua ilmuwan nuklir saat mereka berkendara untuk bekerja di jalan yang terpisah pada Senin pagi. Mereka meledakkan beberapa detik kemudian, hingga menewaskan satu ilmuwan, melukai lainnya dan melukai istri mereka masing-masing, yang berada di mobil.

Ilmuwan yang terluka, Fereidoun Abbasi, masuk di daftar tokoh yang dicurigai atas kegiatan nuklir rahasia di resolusi 2007 sanksi PBB, yang menempatkan larangan perjalanan dan pembekuan aset pada mereka yang terdaftar. Resolusi tersebut menggambarkan dirinya sebagai seorang ilmuwan Departemen Pertahanan yang bekerja erat dengan Mohsen Fakhrizadeh, diyakini kepala proyek nuklir rahasia. Media Iran juga mengatakan ia adalah seorang anggota Pengawal Revolusi, dan yang terkuat di kekuatan militer Iran.

Majid Shahriar, ilmuwan tewas dalam pengeboman itu, terlibat dalam sebuah proyek besar dengan badan nuklir Iran, kata kepala lembaga tersebut, Wakil Presiden Ali Akbar Salehi, meskipun ia tidak menyebutkan keterangan tersebut secara spesifik. Setidaknya dua ilmuwan nuklir Iran lainnya telah tewas dalam beberapa tahun terakhir, salah satu dari mereka dalam serangan yang mirip dengan insiden hari Senin lalu.

Comments Closed

Comments are closed.