Aksi Polisi Joget di YouTube Dijatuhi Sanksi

Author - April 6, 2011

Aksi Polisi Joget di YouTube Dijatuhi Sanksii-berita, Seperti yang kita ketahui, saat ini sudah banyak orang asal Indonesia yang mengirimkan kreasinya ke situs video YouTube. Sebut saja yang kini paling digemari oleh para penontonnya adalah aski lipsing bernyanyi dengan gaya yang kocak. Tak ingin ketinggalan, seorang polisi di Gorontalo pun mencoba untuk exist dengan mengirimkan videonya yang sedang berjoget ke situs video terbesar di dunia itu. Dengan judul video Polisi Joget, Briptu Norman Kamaru yang menjadi tokoh utama dalam video tersebut berhasil menarik perhatian orang banyak. Banyak orang merasa senang dan simpati oleh aksinya itu. Namun, karena ulahnya itu, ia terancam akan diberi sanksi oleh Markas Besar Kepolisian.

Saat ini, Norman sedang diperiksa dan akan dijatuhi sanksi. Meski begitu, publik yang sudah melihat video tersebut dengan penuh menolak keputusan penjatuhan sanksi terhadap anggota Brimob Gorontalo itu. Mereka mengatakan jika video tersebut wajar-wajar saja dan hanya sekedar hiburan. Mereka menilai bahwa aksi tersebut bukanlah suatu pelanggaran disiplin. Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Ronny Lihawa menilai bahwa polisi juga manusia, yang bisa jenuh lalu berkreasi dengan hiburan yang spontan. Itu sebabnya dia berpendapat bahwa Norman tidak sepatutnya diberi sanksi.

“Masa nggak boleh nyanyi-nyanyi, menghilangkan kejenuhan. Bayangkan, tugas delapan jam tidak boleh ke mana-mana, kan jenuh,” kata Ronny. “Daripada dia tertidur, apalagi tak mungkin dia delapan jam nyanyi terus.” Sebelumnya, meski menghargai apa yang dilakukan Norman, Juru Bicara Polda Gorontalo AKBP Wilson Damanik menegaskan bahwa ada tiga kesalahan yang dilakukan Norman: tak berwibawa saat pakai baju polisi dan tugas, videonya diunggah ke YouTube, dan ada tindikan di lidahnya.

Menanggapi itu, Ronny Lihawa menegaskan tuduhan melakukan tiga kesalahan ituharus menngacu pada aturan.”Ada larangannya atau tidak? Di pasal berapa? Kalau memang tidak boleh, berarti dia melanggar.” Yang jelas, Polri harus menjelaskan pada masyarakat, mengapa Norman harus dikenai sanksi. “Apakah karena dia ditindik, apakah karena video diunggah ke YouTube, polisi harus menjelaskannya ke masyarakat.” Selain bukan pelanggaran yang luar biasa, aksi Norman membuat masyarakat terbahak dan mengerti sisi kemanusiaan seorang polisi.

Itu sebabnya Ronny meminta agar Polri proporsional. Jika alasannya menyanyi memakai seragam, banyak anggota Polisi juga berjoget dan menyanyi dengan pakaian dinasnya. “Di Thailand, polisi mengatur lalu lintas sambil menari. Ini menghibur, memberikan kesan humanis, daripada polisi yang angker. Polisi kan juga manusia,” kata dia. Sebaliknya, Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala mengaku memahami langkah kepolisian yang memeriksa dan memberikan sanksi pada Norman.

“Polri kan organisasi paramiliter, dan ketika yang bersangkutan bertugas, ada tata tertib organisasi dan perilaku yang harus diikuti,” kata dia. “Maka bisa dimengerti respon negatif oleh korps.” Untuk itulah, tambah dia, Briptu Norman bisa dijatuhi sanksi. “Dalam konteks kedisiplinan, dia tidak disiplin, jaga malah joget,” tambah Adrianus. Bagaimana dengan tanggapan positif dari masyarakat? “Alasan itu tidak bisa diterima, kalau dia bebas tugas, kembali ke barak, dia bebas berbuat (menghibur diri). Tapi juga tak boleh sembarangan karena profesi polisi itu melekat.”

Comments Closed

Comments are closed.