Amanda Dimakamkan di San Diego Hills

Author - April 1, 2011

Amanda Dimakamkan di San Diego Hillsi-berita.com, Jenazah korban penusukan penjambret Natalia Amanda Setiawan (16), siswi kelas 11 SMA IPEKA Internasional, Kembangan, Jakarta Barat, telah bersemayam di peristirahatannya yang terakhir. Hari Kamis (31/3/2011), Amanda dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat.

Natalie Amanda

Natalie Amanda

Jenazah Amanda diberangkatkan dari Rumah Duka Rumah Sakit (RS) Dharmais sekitar pukul 13.00 dan tiba sekitar 1,5 jam kemudian. Semua teman satu angkatan Amanda di sekolah beserta para guru turut mengantarkannya ke pemakaman.
”Khusus untuk angkatan Amanda memang kami liburkan karena kami ingin mengantarkan dia ke peristirahatan terakhir,” kata Khristianto Nathanael, Wakil Kepala SMA IPEKA Internasional.
Karangan bunga dari kolega keluarga masih terpasang di halaman rumah duka. Para pelayat masih berdatangan memberikan ucapan bela sungkawa. Doa-doa pun dipanjatkan agar Amanda beristirahat dengan tenang.
Seperti diberitakan, Amanda tewas pada Selasa lalu setelah penjambret yang merampas telepon seluler dan perhiasannya menusuk gadis itu di bagian lambung kiri. Ketika itu, Amanda pulang dari sekolah dan tengah mencari sang ibu yang menjemputnya. Amanda ditusuk karena kemungkinan dia melawan penjahat tersebut.
Dia ditemukan oleh sopir sekolah yang melihat dari kejauhan ada seseorang berjalan sempoyongan lalu jatuh. Oleh sopir, Amanda lalu dibawa ke sekolah kemudian dilarikan ke RS Siloam, Kebon Jeruk.
Setelah sempat mendapatkan perawatan selama satu jam, Amanda mengembuskan napas terakhir. Selama dua hari, jenazah Amanda disemayamkan di Rumah Duka RS Dharmais.
Pihak keluarga masih enggan membicarakan peristiwa tersebut. Amanda adalah putri tunggal pasangan Jimmy Setiawan dan Sioe Lin. Kehilangan mendalam meliputi keduanya sehingga mereka memilih tidak membahas insiden yang menimpa Amanda kepada media.
Menurut salah satu rekan keluarga itu, Susana, keduanya pasti sangat sedih. Akan tetapi, mereka memilih untuk mengikhlaskan kepergian Amanda dan tidak menyimpan dendam.
”Biar Amanda juga tenang. Kami semua mendoakannya,” ujarnya.
Sementara itu, pihak kepolisian masih memburu pelaku. Jumlah pelaku belum diketahui dan polisi masih mencari saksi yang melihat kejadian tersebut.
Belum diketahui pula apakah ada motif dendam atau apakah kejahatan itu murni perampasan.
”Kami masih mengembangkan penyelidikannya. Yang diketahui memang telepon seluler dan perhiasan korban hilang. Namun, kami masih menyelidiki pelaku dan motifnya. Nanti kalau hasil penyelidikan sudah ada, kami akan merilisnya kepada media,” kata Kepala Polres Metropolitan Jakarta Barat Komisaris Besar Yazid Fanani.
Diduga saat itu Amanda tengah berjalan sendirian. Dia lalu dihampiri oleh orang tidak dikenal yang mencoba merampas telepon selulernya dan perhiasan yang dia kenakan. Dompet korban tidak ikut diambil dan masih tersimpan di dalam tasnya.

Comments Closed

Comments are closed.