Berlusconi Lecehkan Harga Diri Perempuan Italia

Author - April 5, 2011

Berlusconi Lecehkan Harga Diri Perempuan Italia i-berita.com, Kelompok hak asasi perempuan Italia meminta kepada pengadilan untuk bisa mengawal persidangan skandal seks Silvio Berlusconi. Kelompok tersebut menuntut kompensasi dari Perdana Menteri itu, dan mengklaim, Berlusconi telah melecehkan harga diri perempuan Italia.

Persidangan Berlusconi menyangkut penyalahgunaan kekuasaan dan transaksi seks dengan pelacur yang belum cukup umur akan digelar Rabu (6/4/2011) besok. Arcidonna, kelompok perempuan itu, menuduh bahwa dengan menjadi tuan rumah sejumlah pesta seks, yang dikenal dengan sebutan “bunga bunga parties”, di mana para bintangnya diduga memakai pakain perawat seksi dan Santa Klaus serta menari telanjang, Sang Perdana Menteri telah mereduksi perempuan sebagai objek seksual.

Kelompok itu telah meminta kepada pengadilan agar diakui sebagai penggugat sipil dalam kasus itu dan berhak untuk menuntut kompensasi dari Berlusconi jika ia dinyatakan bersalah. Namun Berlusconi telah membantah semua tuduhan terhadapnya.

“Eksploitasi atas tubuh mereka (perempuan peserta pesta) merupakan pelanggaran hak-hak perempuan tidak hanya individu yang terlibat tetapi dari semua perempuan,” kata Valeria Ajovalasit, Presiden Arcidonna sebagaimana dikutip Telegraph, Senin. “Jika pengadilan memutuskan untuk mengabulkan permohonan kami, itu akan menjadi keputusan yang bersejarah.”

Roberta Flaccovio, pengacara kelompok itu, berkata, “Ini pertama kalinya sebuah asosiasi menggugat kerugian dalam sebuah perkara pidana.” Proses persidangan terhadap Berlusconi, yang keseluruhan tuduhannya bisa membuat dia dipenjara hingga 15 tahun berjalan sangat lamban. Berlusconi diperkirakan tidak akan muncul pada persidangan besok dan kasus itu kemungkinan baru akan dilanjutkan lagi pada akhir Mei atau awal Juni.

Saat ini Berlusconi terlibat dalam tiga kasus berbeda. Sebelumnya, ia mengatakan hanya akan hadir pada persidangan hari Senin. Namun kemarin, ia tidak hadir. Ia pergi ke Tunisia untuk membahas krisis imigrasi Italia ketimbang menghadiri sidang pengadilan di mana ia dituduh melakukan penipuan dan penggelapan pajak.

Comments Closed

Comments are closed.