Diterjang Badai Tornado, 18 Orang Tewas

Author - April 17, 2011

Diterjang Badai Tornado, 18 Orang Tewasi-berita.com, Badai Tornado yang melanda wilayah Carolina pada Sabtu sore (16/4/2011), mengakibatkan banyak korban yang tewas terus bertambah, dan sampai saat ini korban mencapai 18 orang. Badai tornado telah menghacurkan kota dan melanda wilayah bagian selatan Amerika Serikat selama tiga hari belakangan ini.

Bryan, montir toko ban di Raleigh, North Carolina, mengatakan, ia berlindung di truknya sementara beberapa rekan kerjanya berlindung di ruang dalam saat topan menerjang. “Suasanya mengerikan. Saya melihat atap bergetar, lalu mulai terlepas dan hilang di bawa topan,” kata Bryan.

Daerah di sebelah selatan pusat kota Raleigh hancur berantakan, tiang telepon roboh, tiang listrik tumbang, puing atap dan pecahan kaca bertebaran di mana-mana.

Menurut badan pelayanan darurat Bladen County, dilaporkan satu orang tewas akibat topan yang melanda wilayah sebelah utara Elizabethtown, North Carolina.

“Enam orang cedera ketika tornado menerjang Berkeley County, South Carolina, National Weather Service,” katanya.

Petugas layanan tersebut mengatakan sebagian rumah mobil terbalik di Lee County, North Carolina, akibat terpaan angin kencang.

Namun, petugas meteorologi setempat melaporkan, kekuatan topan itu mulai turun saat mendekati pantai.

Di Ray Price Harley-Davidson di Raleigh, sebanyak 500 orang telah meninggalkan acara terbuka musim panas toko tersebut sebelum topan menerjang sekitar pukul 16:00 waktu setempat.

“Kami sangat beruntung. Suara topan seperti deru kereta yang melaju mendekati kita. Angin mengarah ke sini, namun tiba-tiba berubah arah,” kata Dave Hushek, manajer HD Ray Price, di Raleigh.

Topan itu telah menimbulkan kerusakan besar dari Oklahoma hingga wilayah South Carolina pada Jumat dan terus bergerak menuju East Coast pada Sabtu.

Pada Jumat, tujuh orang tewas di Alabama, tujuh di Arkansas dan satu di Mississippi. Dua orang tewas pada Kamis malam, ketika tornado menghancurkan bangunan di Tushka, Oklahoma.

Comments Closed

Comments are closed.