Jerman Lebih Kritis Terhadap Islam

Author - December 4, 2010

Jerman Lebih Kritis Terhadap Islami-berita.com, BERLIN (Tangkap Berita) – Dibanding dengan negara-negara Eropa lain seperti Perancis, Denmark, Belanda, dan Portugal, dengan komunitas Muslimnya, orang-orang di negara itu relatif positif tentang Islam dan pengikutnya, beda dengan orang Jerman lebih kritis terhadap Islam dan kurang toleran terhadap Masjid, menurut survei yang ditugaskan oleh sebuah kelompok penelitian di Universitas Munster.

Ini mengejutkan karena selain Jerman, setiap negara yang disurvei pernah mengalami konflik tingkat tinggi dengan komunitas Muslim mereka – seperti kartun Nabi di Denmark, kontroversi jilbab di Perancis dan pembunuhan sutradara anti-islam Theo van Gogh di Belanda, serta semakin populernya politisi ekstrim kanan Geert Wilders.
Meski demikian, mayoritas orang di negara-negara itu memiliki pandangan positif tentang kaum Muslim. Sekitar 62% orang Belanda, 56% Perancis, 55% Denmark, dan 47% Portugis memiliki sikap positif terhadap kaum Muslim.
Secara kontras, hanya 34% warga Jerman Barat dan 26% Jerman Timur yang positif tentang kaum Muslim.
Menurut koran mingguan Die Zeit, empat dari 10 orang Jerman di bekas Jerman Barat dan 50% di Jerman Timur merasa terancam oleh kebudayaan asing.
“Dibandingkan dengan Perancis, Belanda, dan Denmark, sikap yang intoleran dan kaku terhadap agama asing mendominasi di Jerman,” ujar ketua proyek, seorang sosiolog Detlef Pollack. “Pernyataan bahwa Islam adalah bagian dari Jerman benar-benar diabaikan dalam opini warga Jerman.”
Perusahaan jajak pendapat TNS Emnid, mewakili kelompok peneliti Munster, menyurvei 1.000 orang di bekas Jerman barat, Jerman Timur, Perancis, Denmark, Belanda, dan Portugal. Studi itu akan resmi dirilis pada hari Kamis (9/12) di Berlin.
Kurang dari 5% warga Jerman, dibandingkan dengan lebih dari 20% orang Belanda, Perancis, dan Belanda, menganggap Islam sebagai agama yang toleran.
Ketika ditanya apa yang mereka asosiasikan dengan Islam, lebih dari 80% responden Jerman mengatakan diskriminasi terhadap kaum wanita, 60% fanatisme, dan hanya 8% dari warga Jerman barat dan 5% Jerman timur yang mengatakan bahwa Islam adalah agama damai.
Sebagian besar warga Jerman melihat hampir tidak ada hal positif dari Islam, ujar Pollack. Kurang dari 30% warga Jerman barat yang mendukung pembangunan Masjid, sementara di bekas Jerman timur angkanya kurang dari 20%. Penerimaan menara atau pengadopsian hari libur Muslim tidak banyak menerima dukungan.
Sebaliknya di Denmark, lebih dari separuh responden mendukung pembangunan Masjid, sementara di Perancis dan Belanda angkanya sekitar dua pertiga dan di Portugal hampir tiga perempat. (Joe)

Comments Closed

Comments are closed.