Mahatma Gandhi Dituduh Biseksual

Author - April 25, 2011

Mahatma Gandhi Dituduh Biseksuali-berita.com, Sebuah buku biografi mengungkap kehidupan pemimpin gerakan kemerdekaan India, Mahatma Gandhi. Dia diklaim biseksual karena jatuh cinta kepada seorang binaragawan berdarah Jerman-Yahudi, Hermann Kallenbach. Gandhi mengatakan kepada Kallenbach: “Kamu telah mencuriku. Ini adalah sebuah perbudakan yang melibatkan hati.”

Klaim kontroersial ini terungkap dalam sebuah buku biografi Gandhi terbaru “Great Soul, Mahatma Gandhi and His Struggle with India”. Buku tersebut ditulis mantan editor New York Times, Joseph Lelyveld.
Dalam buku itu, Kallenbach ditulis seorang arsitek kaya. Dia kelahiran Jerman yang bermigrasi ke Afrika Selatan. Di negara itulah Gandhi dan Kallenbach bertemu. Ketika itu, Gandhi juga bekerja di Afrika Selatan, pasangan ini sempat tinggal bersama selama dua tahun.

Gandhi, dalam buku Lelyveld, juga disebut berpisah dengan istrinya, Kasturbai Makhanji pada 1908 demi bersama Kallenbach. Gandhi menikahi Makhanji pada usia 13 tahun. Sedangkan Makhanji saat itu lebih tua satu tahun.

Kecintaan Gandhi terhadap Kallenbach terungkap dalam sebuah tulisannya. “Foto kamu aku taruh di atas perapian di kamarku. Perapian itu berhadapan dengan tempat tidurku.”

Gandhi menyebut dirinya ‘Upper House’ sedangkan Kallenbach disebut ‘Lower House’ dan dia minta Kallenbach bersumpah untuk tidak tergoda dengan perempuan mana pun.

Gandhi dan Kallenbach berpisah pada 1914, saat Gandhi kembali ke India. Kallenbach dilarang masuk India, sebab saat itu tengah terjadi Perang Dunia I. Namun mereka terus berhubungan lewat surat.

Buku Levyveld ini mengungkap sisi lain Gandhi, terutama kehidupan pribadinya termasuk kehidupan seksualnya. Buku ini juga menulis, bagaimana Gandhi yang sudah berumur 70 tahun masih rutin bercinta dengan keponakannya, Manu yang berusia 17 tahun.

Gandhi lahir di Porbandar, India pada 2 Oktober 1869. Dia kuliah hukum di University College London. Dia kemudian bekerja di Afrika Selatan sebagai pengacara, sampai pada 1914 dia kembali ke India dan memulai gerakan kemerdekaan. Dia dikenal dengan gerakan ahimsa atau tanpa kekerasan.

Gandhi ditembak mati pada 30 Januari 1948 pada usia 78. Bagi sebagian besar pengikutnya, Gandhi adalah sosok suci. Pemerintah India belum berkomentar soal buku yang mengunkap hal kontroversi dari Gandhi ini.

Comments Closed

Comments are closed.