Megawati Soekarnoputri Masih Layak Jadi Presiden?

Author - January 2, 2011

Megawati Soekarnoputri Masih Layak Jadi Presiden?i-berita.com, Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) diyakini oleh partainya masih layak sebagai calon presiden di 2014.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan (PDIP) tidak mau terjebak pada wacana merapatnya Partai Banteng Moncong Putih ke kubu Demokrat untuk Pemilihan Presiden 2014.
“Survei Indo Barometer di bulan November, Ibu Mega masih teratas,” kata Ketua DPP PDIP Bidang Kepemudaan Maruarar Sirait di Bintaro, Tangerang, Minggu 2 Januari 2010.
PDIP, kata Maruarar, malah menargetkan kursi presiden dapat diraih di pemilu 2014. Jadi, bukan kursi wapres seperti yang sedang diwacanakan saat ini.
“Ibu Mega sekarang masih sehat. Saya rasa untuk 2014, Ibu Mega masih layak jadi Capres. Tentunya, menunggu keputusan partai untuk penetapan capres,” ujar politisi muda yang akrab disapa Ara ini.
Seperti diketahui, Megawati Soekarnoputri sudah dua kali kalah dalam pemilihan Presiden. Megawati dikalahkan mantan menterinya sendiri, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ara menegaskan, PDIP masih berkomitmen sebagai partai oposisi dengan empat alasan. Pertama permintaan arus bawah PDIP sebagai partai oposisi. Kedua, kongres di Bali memutuskan PDIP merupakan partai oposisi dan sebagai keputusan partai yang harus dipatuhi.
Ketiga, membangun check and balances. Keempat, membangun budaya politik yang sehat, menghapus citra politik menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan.

Comments Closed

0 responses to “Megawati Soekarnoputri Masih Layak Jadi Presiden?”

  1. akhmad says:

    Kenapa tidak…siapa saja pasti pantas maju sebagai Presiden,selagi msh warga Indonesia dan punya power.sy warga negara biasa…hanya mengharapkan negara aman dan damai,sejahtera jg bebas dr koruptor. Dapat menegakkan hukum yg berlaku bg semua warga Indonesia bkn hanya masyarakat kecil.

  2. Ismed Matahari says:

    Salam…98
    Saya berharap “Soekarno” akan lahir kembali dan melanjutkan cita-cita yang belum terwujud.
    Res Publica