MUI: Sidoarjo Kota Santri Jangan Berubah Jadi Kota Karaoke

Author - July 7, 2011

MUI: Sidoarjo Kota Santri Jangan Berubah Jadi Kota Karaokei-berita.com, Kota Sidoarjo kini diramaikan dengan banyaknya tempat hiburan malam. Namun kondisi tersebut membuat para ulama Sidoarjo prihatin. Majelis Ulama Indonesia cabang Sidoarjo mengadakan musyawarah guna membahas tempat hiburan yang beroperasi dan menyalahi izin.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Siwalan Panji, Nurul Huda, mengatakan permasalahan ini harus disikapi serius sebelum kondisinya semakin parah.

Tempat karaoke yang menyajikan live musik, aneka macam jenis minuman keras, dan diduga banyak perempuan bayaran yang menemani pengunjung, tidak bisa dibiarkan terus merebak.

Nurul Huda hawatir jika Tempat karaoke tersebut dibiarkan terus dan merajalela, Sidoarjo yang semula merupakan Kota Santri berubah menjadi kota karaoke.

Para Ulama menerima laporan bahwa dari sekian banyak tempat hiburan malam yang beroperasi kebanyakan menyalahi izin.

Semula izinnya hanya untuk restoran atau tempat makan, lalu berubah menjadi tempat karaoke dan juga tempat live musik. Jika melanggar seperti itu, pemerintah harus berani bertindak dan apabila tetap melanggar, harus ditutup.

Sorotan tajam juga dilontarkan Ketua LSM Bina Potensi Masyarakat (BPM), Husni. Dia sangat tidak setuju arena Monumen Ponti simbol Sidoarjo pernah menjadi tuan rumah PON XV tahun 2000 untuk pengembangan keolahragaan, dijadikan pengembangan hiburan malam.
“Berdirinya cafe Ponti Rasa Sayang, saya nilai sangat mengotori. Apalagi tempati itu, tanahnya merupakan aset Pemkab Sidoarjo,” tandas Husni.

Comments Closed

Comments are closed.