Munir Menjadi Nama Jalan di Belanda

Author - March 30, 2011

Munir Menjadi Nama Jalan di Belandai-berita.com, Munir, seorang aktivis Hak Asasi Manusia, meninggal dalam pesawat Garuda dengan nomor seri penerbangan GA-974 dalam perjalanan dari Jakarta ke Amsterdam, 7 September 2004 pada umur 38 tahun.

Saat menjabat Dewan Kontras namanya melambung sebagai seorang pejuang bagi orang-orang hilang yang diculik pada masa itu. Ketika itu dia membela para aktivis yang menjadi korban penculikan Tim Mawar dari Kopassus. Setelah Soeharto jatuh, penculikan itu menjadi alasan pencopotan Danjen Kopassus Prabowo Subianto dan diadilinya para anggota tim Mawar.
Jenazah Munir dimakamkan di Taman Pemakaman Umum, Kota Batu.
Istri Munir, Suciwati, bersama aktivis Hak Asasi Manusia lainnya terus menuntut pemerintah agar mengungkap kasus pembunuhan ini.
Pemerintah daerah kota Den Haag, Belanda, menjanjikan kepada istri Munir, Suciwati, untuk menamai sebuah jalan di kota itu dengan nama Munirstraat atau Jalan Munir.
Radio Nederland, Selasa (29/3/2011), melaporkan, pemerintah kota Den Haag menyampaikan janji tersebut dalam sebuah pertemuan dengan Suciwati, pekan lalu, sebagai penghormatan terhadap Munir. Jika janji itu terwujud, maka itu merupakan kehormatan keempat bagi warga Indonesia. Sebelumnya sudah tiga pejuang Indonesia, yaitu Irawan Sujono di Amsterdam, serta Mohammad Hatta dan Raden Ajeng Kartini di Haarlem, yang menjadi nama jalan di Belanda.
Bagi Suciwati, penghormatan itu merupakan hadiah ulang tahun mengejutkan, yang dirayakannya pada Senin malam bersama teman-temannya di Amsterdam. “Teman-teman, tolong tagih janji Den Haag itu ya,” kata Suciwati sebagaimana dikutip radio itu.
Masih menurut Radio Nederland, belum lama ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ingin menemui Suciwati dan teman-temannya yang tergabung dalam Aksi Diam “Kemisan” yang ke-200 di muka Istana Merdeka untuk meminta maaf dan menawarkan perbaikan. Namun, para pengunjuk rasa pelanggaran HAM tersebut menolak karena mereka menuntut lebih dari itu, yakni kebenaran dan keadilan.
Suciwati Munir berada di Belanda atas undangan Festival Film Movies That Matter. Di Den Haag ia juga menemui anggota fraksi partai sosial-demokrat PvdA Patty Meijer.

Comments Closed

Comments are closed.